Budget Traveler


5 Komentar

[Lintasan] Selamat ke 29

Kali ini saya tidak bisa membuatkan foto untuk anda, maaf kameranya rusak.

Kali ini saya juga tidak bisa mengingat tanggal dengan baik, maaf baru dikasih tahu socmed

 

Selamat menjadi ke 29, yakinlah itu lebih baik satu langkah dari pada juara ke 30.

Tenang saja, banyak dan sepertinya akan semakin banyak yang mendokan anda.

Saya juga masih mendoakan anda.

Katanya doa terbaik adalah doa yang tidak diketahui oleh orang yang didoakannya.

 

“Apakah cinta juga seperti itu?”

Ahahah..

 

#latepost

 

 

Iklan


22 Komentar

[dayeighteen] My Birthday

Hari ini hari yang berbahagia sekaligus duka bagi saya, bahagia karena mendapat banyak doa dari teman-teman, duka karena jatah hidup dikurangi lagi 1 tahun, dan tambah tuaaaa..>,< *bwahaha

Oh ya pagi ini dikejutkan dengan kiriman foto dari beberapa teman. Pertama Anty yang kirim gambar Taqiya dengan gayanya yang lucu itu..hihih..kedua teman-teman yang kemarin muncak ke Cikuray ternyata mengingat saya di puncak sana dan membuat foto untuk ultah saya hari ini..haaa..terharu *walau tetep bete gak bisa ikut hahah

image

“hepi blessday onti Naa..smg bahagia dunia akhirat, makin solehah, sehat selalu, makin bermanfaat dan semoga hal baik dan berkah terus menyertai, segera terwujud… aamiin” (Miranty Januaresty)

image

“Meski raga tak bisa bertemu
Meski jemari tak bisa menggeggam
Meski lisan tak bisa berucap langsung
Tapi hati ini selalu berdoa yang terbaik untuk saudariku dan selalu dilimpahi keberkahan
Met milad Nina”

(Maya, Nisha, Dea, dan Bang Djenggot )

Buat yang lain terima kasih banyak sudah mendoakan saya, bantu doa juga untuk sodara-sodara di Mesir yaa..^^


5 Komentar

[dayseventeen] Catatan Kecil

Setiap kali melakukan perjalanan dengan kelompok yang mayoritas belum saya kenal, saya selalu punya catatan kecil tentang mereka. Biasanya saya suka membandingkan satu dengan yang lainnya, agak subjektif memang. Tidak, saya tidak akan menyebutkan kelompok mana yang lebih menyenangkan atau tidak, hanya ingin bercerita kenapa yang satu lebih menyenangkan dari yang lain.

Saya pernah melakukan perjalanan bersama dengan orang-orang yang 90% belum saya kenal, tapi saya merasa perjalanan waktu itu sangat menyenangkan. Kenapa? Berbagai macam orang dengan isi kepala yang berbeda, latar belakang yang berbeda, ego yang berbeda, dan  pengalaman yang berbeda-beda juga, tapi bisa saling memahami satu sama lain dan saling berbagi gak pake jaim-jaim. Hmm..jujur saya suka mereka, jika boleh meminta setiap perjalanan bisa bareng dengan mereka.

Ada yang menyenangkan berarti ada yang kurang menyenangkan juga pastinya. Saya pernah pergi ke suatu tempat dengan kumpulan orang yang – jika dilihat kami memiliki lebih banyak kesamaan, tapi rasanya kurang nyaman jika harus melakukan perjalanan bersama dalam waktu yang cukup lama di wilayah yang asing. Ntah lah, bahkan sempat terbersit saya tidak mau melakukan perjalanan bersama mereka lagi, at least dalam waktu dekat ini.

Bagi saya justru memiliki banyak perbedaan malah bisa saling melengkapi satu sama lain, sedangkan memiliki banyak persamaan sulit untuk saling melengkapi karena memiliki kekurangan yang sama pula. Dan sepertinya ini berlaku dalam banyak hal bukan hanya melakukan perjalanan just for fun.

#IMO


1 Komentar

[daynine] Otw Kuningan

Sabtu siang di bus menuju Kuningan :
Tercium bau mie kemasan, terasa dinginnya ac, terdengar celotehan orang-orang yang mau mudik, dan obrolan cukup serius antar bapak-bapak yang sudah beberapa kali muncak ke Ciremai.

Tetiba pikiran kembali menerawang di setahun lalu. Berada diantara hiruk pikuk pemudik menuju jawa di stasiun Senen. Berbaris menuju stasiun bersama kawan berkeril besar. Tawa, canda, ceria dan foto bersama.

Byaar..lamunan saya buyar oleh suara dangdutan yang menggema seantero bus..ahaha..
“Maklum teh Cirebonan” kata teman..ahaha..

Baiklaah..sepertinya tidak akan tidur. Tarik maangg..


2 Komentar

[dayeight] Packing #2

Kali ini beneran packing, tapi bukan mudik juga. Packing ke gunung. Tapi kali ini agak beda dengan tahun lalu, tahun lalu sudah dari seminggu sebelum berangkat ke tujuan saya sudah packing, tahun lalu persiapannya lebih wow, carrier 60 liter full, masih bawa tas kamera pula. Kali ini hanya carrier kecil 35 liter, masih ada space untuk tenda. Perjalanannya tidak selama tahun lalu. Teman-temannya beda semangatnya juga beda tapi semoga tetap menyenangkan yaa. Aamiin.

#siap-siap


3 Komentar

[daysix] Packing

H-1

Sebagian orang mungkin sudah ada di kampung halamannya, menikmati liburan bersama keluarga, dan sudah menyiapkan baju lebaran untuk besok. Sebagian lain masih packing persiapan mudik malam ini atau besok setelah shalat ied. Kami yang masih ngantor juga sibuk packing, bukan untuk mudik tapi packing paket bantuan untuk yatim dan jompo. Alhamdulillah hingga hari ini masih banyak bantuan yang akan disalurkan untuk mereka yang membutuhkan. Tahun-tahun sebelumnya pekerjaan packing ini hanya dilakukan para relawan, tapi seiring dengan amanah yang semakin besar terhadap lembaga ini, kami yang di kantor pun ikut sibuk packing paket bantuan.

Selamat mudik bagi teman-teman yang sudah mudik, salam untuk keluarga.

Selamat berjuang teman-teman mughozin. Semoga Allah mengganti setiap peluh dan niat tulus kalian dengan balasan syurga. Aamiin.

foto


1 Komentar

[dayfive] Orang-orang berkardus

Sudah dua hari ini setiap pergi kantor jalanan terasa sangat bersahabat. Lengang tanpa kemacetan, hari Senin aja berasa bukan Senin dan Selasa aaah..legaa..#lebih deh :p Ini efek libur lebih telat dari kantor lain, enak sih menurut saya jalanan sepi dan libur setelah lebaran lebih lama. 😀

Nah itu cerita pergi, lain lagi pas pulangnya. Terjebak macet dimana-mana dan rebutan jalan sama orang-orang berkardus, ya beginilah nasib rumah dijalur mudik. Ngomong-ngomong soal orang berkardus, saya salut banget sama mereka, mudik menggunakan motor bawa barang banyak, bawa anak kecil pula..beuuh..hebats!  Mudik menggunakan motor itu memang banyak kelebihannya, selain hemat -mengingat ongkos bus dan kereta sudah melangit-, lebih cepat karena bisa nyalip, dan bisa berhenti dimana saja. Kelemahannya cuma 1, sangat rawan kecelakaan *satu tapi mematikan  -__-”

Oh ya, hari Minggu lalu berpapasan dengan pemudik menggunakan motor, sepertinya biar lebih nyaman tempat duduknya dilapisi selimut, bagian depan bawa anak usia 6 tahunan duduk diatas tas besar diikat pakai kain ke badan bapaknya, belakang si ibu gendong anak yang lebih kecil, dan bagian belakang ditambah papan untuk menyimpan kardus mie instan. Something so much deh.

Dan hari ini H-2, semakin banyak orang-orang berkardus berkeliaran di jalan.

 

#tulisan tanggal 6 Agustus 2013, telat upload semalem ketiduran..

*penting gituh? ahahah