The 'Rok' Mountaineer

Travelling sometime, Backpacker often


Tinggalkan komentar

Mohon diMaafkan

Assalamualaikum.

Mumpung masih bulan syawal dan masih berasa suasana lebarannya, saya mengucapkan Taqabalallahu minna waminkum, Syiamana wa syiamakum. Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima Allah. aamiin..

Mohon dimaafkan juga ya jika selama ini tulisan (padahal udah setahun ga ngblog) yang saya share bikin spam. 😀

Mohon maaf lahir batin pokoknya.Nina2

Iklan


5 Komentar

Cerita Backpackeran ke Ijen dan Baluran (2)

Day 2 – 14 Jam 99 Stasiun

Detik berjalan..

Hari dimulai..

Pukul 07.15 Kereta ekonomi Sri Tanjung yang kami tumpangi melaju menuju Banyuwangi. Kami berempat ada di gerbong 2, dengan kursi yang saling berhadapan. Cukup nyaman karena jarak antar kursinya agak jauh, jadi lutut bisa leluasa lah. Terlebih ada ikhwan satu nih.

Lihat jadwal di tiket, perjalanan kami ini akan memakan waktu 14 jam melalui 99 stasiun, dan itu waktu yang terlalu lama jika dihabiskan dengan tidur, makan dan melamun. Syukurlah ada salah satu teman yang bawa keril isi leptop, setidaknya perjalanan tidak akan terlalu boring. Ya walaupun agenda tidur itu sebenarnya sudah ada dalam list kami. 😀

Pura-pura serius nontonBioskop mulai dibuka sejak kami duduk tenang setelah cekikikan mengingat soto burung. Film pertama yang kami tonton adalah Premium Rush, buat yang udah pernah nonton tau lah ya aksi sepedahannya gimana. Karena yang nonton 4 orang gak mungkin dong pakai headset, dan kami semua ditakdirkan menjadi orang yang paling suka nonton film dengan suara lantang. Alhasil satu gerbong berasa bioskop, tertolong suara kereta jika sedang melaju, kalau berhenti ya volume kami kecilin dikit..dikiiiit banget :v

Yang bikin berisik bukan cuma suara filmnya sih, tapi jiwa komentator dan tawa kami. Terlebih otak dagang mulai merasuki. “Gimana kalau kita bikin iklan aja, di kursi ini dibuka bioskop. Satu orang bayar 5000, lumayan buat makan,” seru kami saling menimpali.

Dari satu film berlanjut ke film lain, kehebohan masih saja sama bahkan lebih parah karena film yang ditonton lebih lucu dari sebelumnya. Sungguh mohon maaf dari hati yang terdalam bagi penumpang yang terganggu. hihihih..

Keseruan kami  juga akhirnya terganggu oleh suara perut yang protes ditahan sama chocoroll kartikasari yang ga jadi buat oleholeh. Lafaaar sodara-sodara, berharap berhenti sejenak di stasiun Madiun dan ada penjual nasi pecel, tapi aah..cuma harapan. Derita kelafaran bertambah dengan ac kereta yang tetiba mati. Jadi lafaaar dan fanaaas.

Sebenarnya penjual nasi goreng beberapa kali lalulalang dekat kami, tapi kami tahan karena nasi seuprit yang rasanya std, dan ntah digoreng kapan itu harganya gak masuk akal dompet kami yang tipis. -__-

20150530_112645

Di daerah antah berantah kereta sempat berhenti cukup lama, menunggu kereta lain dari arah berlawanan. Salah satu cara mengalihkan perhatian adalah dengan foto-foto, kebenaran juga pemandangannya bagus dan yang pasti bisa menghirup udara segaar.

20150530_113031

Tapi setelah itu perut kami benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Kami putuskan kali ini harus beli makan, tapi penjual nasi itu tak kunjung datang. Haa..berasa jatuh cinta ala abg, didatengin cuek, dijauhin nyari. *gyak

Saya dan satu teman memutuskan untuk pergi ke restorasi, cari makanan dan ngasih tahu petugas kalau ac mati. Yang kedua sotoy sih, petugas juga udah tahu kelees :p

Sampai restorasi..hmmm..nasi habis, tinggal yang sudah digoreng saja. heuheuheu..gak tega sebenernya. Minuman dingin juga gak dingin lagi karena listrinya mati. Lengkap sudah. Ya dari pada kami kembali dengan tangan kosong akhirnya beli saja nasi goreng itu. Berapa banyak? 2 saja cukup. cukup sedih maksudnya. Dua bungkus dimakan oleh kami berempat..co cuiit lah pokoknya. Yang penting perut berhenti teriak dulu yes :v

Hingga pukul 14 lebih kereta berhenti di salah satu stasiun untuk perbaikan ac. Aaah..lega karena bisa keluar oven. Bayangin aja gak ada ac, semua jendela tertutup rapat, pintu gak boleh terbuka, gerbong penuh manusia yang saling berebut oksigen, dan sebagian diantaranya belum mandi dari hari Jumat.. #ehh

Senang deh rasanya bisa menapakan kaki di stasiun setelah kepanasan dalam gerbong. Terlebih kata salah satu petugas berhentinya akan lama, sekitar 30 menit. Semua turun dengan harapan yang sama, toilet bersih, air wudhu melimpah, dan sholat di mushola.

Dua teman ke toilet, satu cari makan yang agak bener, saya sendiri duduk manis di tempat tunggu memegangi hp mereka yang ke toilet. Baru juga mau chek ini di path petugas stasiun sudah teriak-teriak..”copeeeet!” ehh..salahsalah..itu adegan film lain. Petugas stasiun memanggil semua penumpang kereta Sri Tanjung untuk segera naik kembali karena AC sudah selesai diperbaiki.

Haaa..saya belum ke toilet pak.. ngenes harus berjalan menuju kereta dan meninggalkan tulisan toilet gratis dan mushola 😦 Sedangkan dua teman saya juga buru-buru keluar dari sana. Nasib..tetep harus wudhu di kereta. Satu teman lainnya tentu tidak berhasil menjalankan misi cari makan.

20150530_165242Usai melaksanakan kewajiban dan tanda syukur, untuk menghilangkan rasa kantuk dan mengalihkan perut yang kembali bergejolak, kami putar bioskop lagi. Yay..bioskop berlanjut sampai wangi popmie tak bisa diabaikan, ngemih dulu deh. :v Ntah kami sudah melalui berapa stasiun, yang pasti di luar semakin gelap dan film ke 4 sudah selesai kami tonton.

Pegal juga duduk terus akhirnya kami putuskan untuk jalan-jalan lagi ke restorasi. Mau nyari minuman hangat ceritanya, eh ternyata habis. Yah baiklah..malas kembali ke gerbong asal, kami pun putuskan duduk di sana barang sejenak saja. Sambil ngobrol dan kodekode ada kerupuk di meja sebelah..hahah. Lagi asik-asiknya ngobrol tetiba petugas keamanan kereta menghampiri. “Maaf mas, ini khusus untuk kru,” serunya pada teman kami. WHAT? Sejak kapan restorasi hanya dikhususkan untuk petugas? Emang gak boleh dikunjungi penumpang ya?

Akhirnya kami berjalan kembali menuju gerbong 2 sambil ngedumel “Ah jangan-jangan ini gara-gara kode kita sama kerupuk di meja si bapak petugas?” kata saya. “Hahah..yang jelas itu sedikit menyebalkan ya.””Ya udah nanti kalo ada penjual makanan lewat gerbong tapi gak bawa makanan bilang aja, ini khusus penumpang!” balas teman saya.

Tak lama dari itu kami melalui stasiun dengan nama unik, Glenmore. Sudah ketebak ya apa yang kami lakukan. Yes, ribut lagi ngebahas Glenmore. “Ini yakin kita gak salah kereta, kali aja ini mau ke luar negeri,” “Mungkin ini tempat kelahiran Glend Fredy yang sesungguhnya”, “Emang Glend Frendly siapanya Mandy More?” “Barangkali ini tempat pertemuan antara Glend Fredly dan Mandy More,” “Atau jangan-jangan…” obrolan makin ngaco dan bikin ribut Banyuwangibiru. :v

21.30 Lebih dikit Alhamdulillah kami sampai juga di Banyuwangi, sesuai itin yang sudah dibuat kami akan dijemput supir yang sudah kami hubungi sebelumnya. Oh ya sebelumnya kami bertemu dengan 2 teman lainnya di sini. Rahmi dan Hilman. Rahmi berangkat dari Bali, sedangkan Hilman dari Tasik, sudah pergi sehari sebelum kami, jadi mereka tidak tahu kegilaan yang kami lakukan untuk membunuh waktu hampir 24 jam di kereta dari Bandung hingga Banyuwangi.

20150530_223540

Bapak supir mengirimi sms warna mobil dan nomor polisinya, setelah say hi pada dua teman kami saya lanjutkan mencari mobil sesuai sms tadi. Pertama mobil warna kuning, dan yang pertama saya lihat adalah angkot warna kuning. Hahah..dalam hati “yang bener aja”, udah gitu si bapak angkotnya nyamperin lagi. Buru-buru saya cocokan dengan nomor polisi yang dikirim, tapi bapak angkot masih ngikutin, ya udah saya tanya aja, “Pak Imik?” eh yang nyahut malah bapak yang di depan jeep kuning. Hufft..syukurlah gak jadi naik angkot :v

Bukan apa-apa masalahnya jalur ke Ijen itu cukup wow, saya khawatir angkot gak bisa naik..hihihi..padahal udah bayar lumayan dan pengen bisa tidur di mobil sih.. 😀

Kami berenam melanjutkan perjalanan menuju Ijen. Mampir di tempat makan dulu, sebenarnya kami berharap ada makanan khas Banyuwangi yang memang enak dimakan malem-malem gini, kemudian pak supir bilang. “Ada sate ayam” yaah..itu sih dimana-mana juga ada :v

Selesai makan, kami minta diantar ke masjid terdekat untuk bersih-bersih dan istirahat dulu, karena kami sudah sholat di kereta. Sampailah kami di Pasar Licin, ada masjid kecil di belakangnya. Cukup nyaman karena ada hijab antara ikhwan dan akhwat, tempat wudhu pun terpisah, hanya saja tidak ada toilet..yang bener-bener toilet di sana. 😀 Tapi bisa lah dipakai buat cuci muka dan wudhu, airnya juga banyak gak berhenti-berhenti.

Kami diberi waktu hingga tengah malam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ijen, istirahat dulu yaa..bobok yang bener a.k.a terlentang. 😀

Lanjut ke Day 3…


12 Komentar

Cerita Backpackeran ke Ijen dan Baluran (1)

Day 1 – Sarapan Soto

Liburan panjang pekan lalu saya habiskan dengan bermain di gunung, savana, hingga pantai. Mengingat liburan panjang sebelumnya saya tidak kemana-mana, cuma main di kolam renang khusus akhwat dekat rumah. Haah..jadi berasa balas dendam gini..:D

KalenderRasanya gatal melihat tanggal hitam diantara tanggal merah jika tidak dilingkari dan dikasih tanda liburan kemana. Yang terfikir saat itu adalah Baluran, taman nasional di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Lengkap beut ya, sengaja soalnya saya suka khilaf menyebutnya taman nasional di Banyuwangi.

Dengan perencanaan yang mendadak, hanya 2 pekan saja, saya cari teman untuk melakukan short trip ini. Dari hasil TP TP tersaringlah 3 orang teman yang fix ikut, satu laki-laki dua perempuan. Sengaja saya batasi jangan terlalu banyak perempuannya, 3 orang saja cukup, termasuk saya. Kenapa? karena memang di itinerary yang saya buat tidak ada jadwal menginap di hotel atau penginapan yang sesungguhnya. Kalau yang tidak terbiasa khawatirnya malah sakit, kapok, dan ujung-ujungnya unfollow IG saya. #halah

Hingga sepekan sebelum berangkat jumlah peminat belum bertambah, yang diajak kebanyakn sedang “puasa” ngetrip dan baru akan berbuka setelah lebaran. hmm..baiklah, toh rencana ini memang dadakan. Ada yang minat tapi tidak dapat tiket. Cara satu-satunya adalah cari teman yang ada di dekat Banyuwangi. Surabaya atau Bali misalnya. Barulah H-3 salah satu teman dari Bali mau ikut, tapi hanya satu destinasi. Bahagianya karena dia juga bawa teman, YES patungan mobil gak terlalu bikin nangis dan dia juga gak akan nangis karena gak ikut tidur di bukan tempatnya 😀

Foto Lama

Stasiun Lempuyangan *fotolama

Jumat malam, kami berempat berangkat dari Bandung dengan kereta ekonomi menuju Jogja. Sampai di Jogja subuh, setelah bersihbersih dan sholat pekerjaan berikutnya adalah cari makan. Yes kami lapar, sodara. Bisa dibilang saya cukup sering ke Jogja melalui stasiun ini, tapi biasanya hanya jadi tempat persinggahan saja. Tidak pernah membeli makanan di sekitarnya. Kali ini karena kami masih harus menunggu kereta ke Banyuwangi jadi mencari makan di sekitar stasiun menjadi sebuah keharusan, dari pada mewek ketinggalan kereta.

Kami menyambangi salah satu warung nasi depan stasiun, dan memesan makanan paling standar di daerah Jawa, Soto. Si ibunya bilang kolnya sudah habis, tidak masalah bagi kami asal jangan ayam dan kuahnya yang habis. Iya laah, masa mau makan nasi sama kol aja :p

Sudah lama menunggu soto kok tak kunjung sampai di meja kami, mulailah berspekulasi yang macam-macam. “Mungkin ayamnya belum ditangkap,” saya mengawali, “atau bulunya lagi dicabutin,” kata temen, “atau ayamnya habis, jadi diganti burung,” (nunjuk kandang burung yang banyak digantung di dalam warunng), berlanjut ke yang lain, dan berputar terus sampai akhirnya salah satu teman memastikan itu bukan soto burung. Mungkin ini yang namanya “Lo rese kalo lagi lapar” :v

Setengah jam kemudian salah satu teman saya melongok ke dalam, si ibunya baru lah keluar dengan membawa 4 mangkuk soto ayam dan tempe. “Eh tempe?” Sungguh bagi saya yang belum terbiasa soto ditaburi tempe goreng ini adalah hal unik. Dan kemudian berfikir “oh mungkin ini sebagai pengganti kol yang habis.” :v

Penampilan dan rasa sotonya sih biasa saja, yang agak gak biasa cuma harganya, 1/2 porsi dan 1 porsi sama. Nasinya sedikit (asli sedikit banget) saya dan dua teman lainnya memang pesan setengah porsi tapi ya gak gitu juga kelees. Ah nyesel pokoknya gak pesan satu porsi, gini lah kalau terlalu husnudzon dikasih nasi banyak.:v

Alhasil soto yang ditunggu selama ½ jam pun habis dalam beberapa menit saja. Kami sengaja tidak membeli minum di sana, sudah bekal air mineral dari kemarin..haha. Tapi aksi menghemat kami tersakiti melihat sebelah kami pesan minum teh manis dan hanya diminum seteguk kemudian pergi..ah sedih rasanya, pengen nyamber tapi malu :v

Selesai sarapan penuh drama kami beranjak menuju stasiun. Kereta sudah ada saat kami masuk, tak lama dari itu petualangan kami pun dimulai..

Jreng..jreng..

Lanjut ntar ya, kepanjangan 😀

*Sengaja soto dan lokasi gak difoto, menjaga keamanan dan ketentraman bersama :p


Tinggalkan komentar

#SaveRisma Dari Rongrongan Syahwat Kekuasaan

Satu lagi contoh “Kebaikan yang tidak terorganisir bisa kalah dengan keburukan yang terorganisir.”
😦

Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Inilah sepenggal kisah syahwat kekuasaan di salah satu bagian Negeri Ironisia.

Bumi Surabaya memanas. Pasangan Risma – Bambang Dwi Hartono diusung PDIP dan menang pilkada walikota – wakil walikota. Tapi kemudian wakilnya mengundurkan karena ikut pemilihan gubernur Jawa Timur (belakangan malah tersandung kasus korupsi). Namun anehnya, walikotanya yang terbukti bersih dan punya integritas tinggi justru mau diturunkan oleh partai pendukungnya sendiri. Parahnya lagi, saat ini telah dipasangkan dengan wakil walikota baru yang sebelumnya telah ikut andil memakzulkan sang walikota. Semua itu karena kader-kader partai pendukung syahwat kekuasaan.

.


Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau biasa dipanggil ibu Risma adalah Wali Kota Surabaya untuk periode 2010 – 2015. Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya [alumniits] yang menjabat sejak 28 September 2010 ini adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya. Dan juga tercatat sebagai wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi walikota melalui pemilihan kepala daerah…

Lihat pos aslinya 2.142 kata lagi


11 Komentar

Ngetrip to Bali-Ijen-Bromo (lagi) #2

Pulang dari Nusa Dua kami ditawari untuk jalan-jalan ke GWK, salah satu tempat wisata cukup terkenal di Bali. Tapi, galau melanda pas tau adiknya teman mau ke Kawah Ijen dan Baluran. Setelah rembukan semalam suntuk *lebih deh* akhirnya kami memutuskan *jreng jreng..musik horor*

  1. pagi-pagi ke loundry #loh hahah..GWK tidak lebih menarik dari pada nyuci =)) Tidak tidak..kami memutuskan ikut ke Ijen dan Baluran dari pada berlama-lama di Bali tapi gak mau bawa baju kotor
  2. ke plaza buat order sesuatu yang ga ada di cabang Bandung *kerjaan lain
  3. ke tempat oleh-oleh *lagi -__-“

Jarak satu tempat dengan tempat lainnya ternyata jauh sodara-sodara, jadi berasa muterin Denpasar dweh *lebih* :p

Selesai ambil cucian, kami langsung packing dan pamit untuk kembali ke Jawa #halah. Keluarga ini baik banget, udah kami boleh numpang, dikasih makan, dipinjemin motor, dan pas pulang dikasih oleh-oleh pula. Semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Aamiin.

Sekitar pukul 13.00 wita kami berangkat dari Denpasar menuju pelabuhan Gilimanuk. Walaupun 5 jam perjalanan dalam bus kecil ekonomi tapi tetap bisa tidur pulas. 😀

Sampai Gilimanuk sekitar pukul 18.00 wita, nyebrang ke Ketapang hanya membutuhkan waktu 1 jam saja dan pas sampai masih di jam yang sama..hahah..berasa masuk mesin waktu :p

DSCN0387_2

Ba’da Isya baru ketemu teman-teman yang mau ke Ijen, karena kebanyakan belum makan malam jadi kami cari makan dulu di Banyuwangi. Pilihan jatuh pada ayam goreng, rawon dan soto, tampilan rawonnya cukup horor menurut kami. Biasanya nemu rawon dengan potongan daging kecil di dalam kuahnya, kali ini hanya ada kuah dan bongkahan lidah sapi, paru, hati, dan ntah apa lagi yang warnanya sama-sama menghitam..hahah..cari aman saya pesan ayam goreng saja.

Selesai makan dengan menu unik masing-masing, kami lanjut perjalanan menuju Ijen. Tiduuur sepanjang jalan dan baru terbangun pas mobil susah naik karena jalanan nanjak dan berpasir 😀 Maklum supirnya baru kesini, belum berpengalaman jadilah kami turun semua, ya untungnya gak diminta ngedorong..hehhe..dengan bantuan mas-mas di mobil lain akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan.

Tengah malam kami sampai pos pendakian, terkagum-kagum melihat pemandangan langit yang maha dahyat dan bulan yang terang benderang walaupun dingin sangat karena gak bawa jaket tebal. *ya iya laah wong tadinya mau mantai kok malah menyasarkan diri ke gunung -___-“

Kami mulai pendakian sekitar pukul 12 malam, melalui jalur berpasir. Walaupun berpasir jalannya cukup enak dilalui, yang bikin gempor paling pas turunnya. #IMO

Sampai puncak sekitar pukul 3 pagi, pendakiannya tidak terlalu lama kok hanya 2-3 jam saja. Sebenarnya untuk menuju Kawah Ijen tidak harus malam-malam, kami mendaki tengah malam karena ingin melihar blue fire yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di Ijen. Blue fire ini hanya bisa terlihat dari pukul 1 hingga 5 pagi saja. Dari bibir kawah sudah terihat jelas api birunya itu, tapi jika ingin lebih dekat bisa turun ke kawahnya, memang harus sangat hati-hati dan konsentrasi penuh, jalurnya batuan berpasir juga terjal. Sekali terpeleset bisa jadi nyawa melayang..heuheuheu..

Waktu itu saya tidak tahu seperti apa jalurnya, selain gelap ini juga kali pertama kami ke kawah ijen, jadi daripada penasaran ya nyemplung aja *tidak patut dicontoh  Dari 12 orang dalam rombongan kami hanya ber 3 yang nekad turun, Alhamdulillah ada bapak penambang belerang namanya Agus yang mau turun juga, jadi bisa barengan. Jalan sambil denger cerita Pak Agus bikin jalur menyeramkan ini jadi tidak terasa sulit. Klo dulu cuma baca dan nonton kisah tentang penambang belerang Kawah Ijen sekarang bisa ngobrol langsung, rasanya bikin hati cenat cenut. 😦

Tapiiiii usaha Pak Agus dkk yang dihargai murah padahal jarak antara tempat pengambilan belerang dan panampungannya yang setengah perjalanan kami, belum lagi jalur yang dilaluinya horor, tambah lagi asap belerang yang mereka hirup lebih mulia dari pada peminta-minta yang kayaraya di desannya. #eh *jadi rada emosi.. lol

Sampai di dasar kawah seperti biasa foto-foto, setelah beberapa lama baru sadar klo dari tadi yang ada disana hanya kami bertiga -__-“

Sekitar 20 menitan kami berada di sana, baru datang rombongan lain. Beberapa saat kemudian kami semua langsung ngacir karena hembusan angin yang membawa asap belerang pekat berpindah arah menuju tempat kami. Haa..naiknya lumayan gempor, antara buru-buru dan harus hati-hati.

Sampai atas ngos-ngosan dah. Lalu dimana teman-teman saya???

OMG mereka tiduuuurr… -__-“ *gak tega mau posting fotonya =))

Setelah terang baru terlihat Kawah Ijen yang cantik itu tentu jalur semalam pun terlihat terjalnya. *gak kebayang semalem bisa lewat sono 😀

As always klo dah nemu tempat bagus pastinya foto-foto dung, sayangnya saya tidak membawa kamera yang benar. -__-“ Kamera pocket yang saya bawa ternyata rusak jadi saya tidak punya foto bagus di Ijen ini, aah harus balik lagi suatu hari nanti. 😀

1377316_649587615091459_1147695063_ndok. Fikri

DSCN0430_2

To be continue…


Tinggalkan komentar

[daytwentyfour] Materi Kajian

Sesuai postingan sebelumnya, saya mau share materi yang disampaikan oleh Ustd Salimafillah tanggal 23 Agustus lalu.

Sebagian materi ini disampaikan dipertemuan bulan lalu, tapi sayangnya saya tidak hadir, jadi hanya sebagian yang saya terima.

Berikut saya tulis ulang materinya :

Keutamaan Memepelajari Sirah Nabi

1. Menemukan Uswatun Hasanah (QS. Al Ahzab [33] : 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

2. Langkah awal mencintai Allah dengan mengikuti Rasul-Nya (QS. Ali Imran [3] : 31)

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. Memahami Al Quran sejalan bagaimana ia turun (QS. Al Isra [17] : 106

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. 

4. Modal utama kebangkitan umat (QS. Al Maidah [5] : 20)

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain”.

5. Sarana Peneguh Hati (QS. Hud [11] : 120)

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. 

6. Memahami jalan dakwah yang diridhai Allah (QS. Yusuf [12] : 108)

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

7. Menemukan ‘ibrah/pelajaran kehidupan dari kisah terbaik (QS. Yusuf [12] : 111)

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.


9 Komentar

[daytwentytwo] Tepat

image

Alhamdulillah, beruntung sekali saya hari ini memutuskan untuk hadir di majelis jejak nabi yang diadakan oleh teman-teman itj Bandung ini.

Jadwal kajian ini sekali setiap bulannya pengisinya ustad Salimafillah, salah satu ustadz favorite 😀

Kenapa saya bilang beruntung? Karena saya metasa telah benar memilih majelis yang lebih banyak manfaatnya dari pada pertemuan lain yang jadwalnya sama. Hehehe..

Trus apa saja yang disampaikan sore tadi..???

Next

#ngantuk