Budget Traveler


9 Komentar

[Lintasan] Pilih mana??

: renungan, efek dari curhatan

Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh.
Mau diambil lewat jalan halal ataukah haram,
dapatnya segitu juga.
Yang beda, rasa berkahnya 😉

Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh.
Mau diambil dari jalan halal ataukah haram,
dapatnya yang itu juga.
Yang beda, rasa berkahnya 😉

Keduanya bukan tentang apa, berapa, atau siapa;
tapi BAGAIMANA Allah memberikannya; diulurkan
lembut & mesra, atau dilempar penuh murka?

Maka layakkanlah diri di hadapanNya untuk
dianugerahi rizqi & jodoh dalam serah terima paling
sakral, mesra, penuh cinta, berkah, & makna.

Rizqi & jodoh di tangan Allah. Tapi jika tak
diambil-ambil, ya di tangan Allah terus :p
Ikhtiyar suci & doa menghiba mendekatkan
keduanya.

Setiap orang memiliki jodohnya. Jika takdir
dunia tak menyatukannya, atau malah melekatkan
pada yang tak sejalan; surga kelak
mempertemukan.
Jodoh Nuh & Luth bukan isteri mereka.
Jodoh Asiyah isteri Fir’aun bukanlah suaminya.
Maryam ibunda ‘Isa pun kelak bertemu jodohnya.
Jodoh Abu Lahab itu agaknya Ummu Jamil; sebab
mereka kekal hingga neraka.
Jodoh Sulaiman agaknya Balqis, bersama mereka
mengabdi padaNya 😉

Di QS An Nuur: 26; diri ialah cermin bagi jodoh
hati. Yang baik-baik jadilah jodoh yang suci-suci.
Yang nista-nista jumpalah yang keji-keji. Tentu
makna ayat itu adalah peringatan & kerangka
ikhtiyar: cara menjemput jodoh terbaik adalah
dengan membaikkan diri di tiap bilang hari.

Yang menjemput pasangan dengan menggoda
matanya; bersiaplah mendapatkan ia yang tak
tahan atas jebak kejelitaan lain.
Tiap masa lalu buram yang tersesal dalam taubat
suci; semoga jadi jalan mengantar kita pada
kelayakan mendapat jodoh yang terbaik.

Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu
dengan merencanakan & mengupayakan yang
terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana.
Selanjutnya, tugas besar kita adalah melestarikan
perjodohan itu hingga ke surga; meniti
rumahtangga, sabar-syukur dalam barakah dan
ridhaNya

– Salim A. Fillah

Iklan


13 Komentar

[Lintasan] Ngga dulu deh..

Tetiba teringat waktu coba jual hp merek Cina.

Ceritanya nganter temen cari tab, masuk lah kami ke toko jual beli hp dll. Di lantai tertentu banyak yang nawarin “cari apa mbak? jual hp-nya mbak” awalnya dicuekin tuh teriakan. Lama-lama ah lumayan juga, coba deh jual hp merek cina ini. Pas nawarin si masnya malah bilang “ngga dulu deh mbak” emmhh..asem rasanya.

Lalu temanku bilang “Hmm..mungkin gini juga ya soal jodoh. Banyak yang nawarin dicuekin, giliran ngerasa siap eh nggak dulu deh..” ahahahhah..*ketawa ngakak sambil mikir


5 Komentar

[Lintasan] Monolog traveling

Bagaimana ya rasanya bepergian seorang diri ketempat yang belum pernah dikunjungi?

Berani gak ya?
Kemana kira-kira?
Eh..kan pernah ke hutan pinus di Manglayang. Jalan sendiri kek orang bego..hahha..rasanya ga enak. Tapi itu kan ke hutan pinus gunung depan rumah :p

Hmm..kayaknya perlu dicoba yang agak jauhan. Tapi tolong jangan karena perdin yaa..bukan gratisan pula :p

Kemana??

Ah..ntah

Argo Parahyangan, 18/06/13.