The 'Rok' Mountaineer

Cerita Backpackeran ke Ijen dan Baluran (1)

12 Komentar

Day 1 – Sarapan Soto

Liburan panjang pekan lalu saya habiskan dengan bermain di gunung, savana, hingga pantai. Mengingat liburan panjang sebelumnya saya tidak kemana-mana, cuma main di kolam renang khusus akhwat dekat rumah. Haah..jadi berasa balas dendam gini..:D

KalenderRasanya gatal melihat tanggal hitam diantara tanggal merah jika tidak dilingkari dan dikasih tanda liburan kemana. Yang terfikir saat itu adalah Baluran, taman nasional di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Lengkap beut ya, sengaja soalnya saya suka khilaf menyebutnya taman nasional di Banyuwangi.

Dengan perencanaan yang mendadak, hanya 2 pekan saja, saya cari teman untuk melakukan short trip ini. Dari hasil TP TP tersaringlah 3 orang teman yang fix ikut, satu laki-laki dua perempuan. Sengaja saya batasi jangan terlalu banyak perempuannya, 3 orang saja cukup, termasuk saya. Kenapa? karena memang di itinerary yang saya buat tidak ada jadwal menginap di hotel atau penginapan yang sesungguhnya. Kalau yang tidak terbiasa khawatirnya malah sakit, kapok, dan ujung-ujungnya unfollow IG saya. #halah

Hingga sepekan sebelum berangkat jumlah peminat belum bertambah, yang diajak kebanyakn sedang “puasa” ngetrip dan baru akan berbuka setelah lebaran. hmm..baiklah, toh rencana ini memang dadakan. Ada yang minat tapi tidak dapat tiket. Cara satu-satunya adalah cari teman yang ada di dekat Banyuwangi. Surabaya atau Bali misalnya. Barulah H-3 salah satu teman dari Bali mau ikut, tapi hanya satu destinasi. Bahagianya karena dia juga bawa teman, YES patungan mobil gak terlalu bikin nangis dan dia juga gak akan nangis karena gak ikut tidur di bukan tempatnya 😀

Foto Lama

Stasiun Lempuyangan *fotolama

Jumat malam, kami berempat berangkat dari Bandung dengan kereta ekonomi menuju Jogja. Sampai di Jogja subuh, setelah bersihbersih dan sholat pekerjaan berikutnya adalah cari makan. Yes kami lapar, sodara. Bisa dibilang saya cukup sering ke Jogja melalui stasiun ini, tapi biasanya hanya jadi tempat persinggahan saja. Tidak pernah membeli makanan di sekitarnya. Kali ini karena kami masih harus menunggu kereta ke Banyuwangi jadi mencari makan di sekitar stasiun menjadi sebuah keharusan, dari pada mewek ketinggalan kereta.

Kami menyambangi salah satu warung nasi depan stasiun, dan memesan makanan paling standar di daerah Jawa, Soto. Si ibunya bilang kolnya sudah habis, tidak masalah bagi kami asal jangan ayam dan kuahnya yang habis. Iya laah, masa mau makan nasi sama kol aja :p

Sudah lama menunggu soto kok tak kunjung sampai di meja kami, mulailah berspekulasi yang macam-macam. “Mungkin ayamnya belum ditangkap,” saya mengawali, “atau bulunya lagi dicabutin,” kata temen, “atau ayamnya habis, jadi diganti burung,” (nunjuk kandang burung yang banyak digantung di dalam warunng), berlanjut ke yang lain, dan berputar terus sampai akhirnya salah satu teman memastikan itu bukan soto burung. Mungkin ini yang namanya “Lo rese kalo lagi lapar” :v

Setengah jam kemudian salah satu teman saya melongok ke dalam, si ibunya baru lah keluar dengan membawa 4 mangkuk soto ayam dan tempe. “Eh tempe?” Sungguh bagi saya yang belum terbiasa soto ditaburi tempe goreng ini adalah hal unik. Dan kemudian berfikir “oh mungkin ini sebagai pengganti kol yang habis.” :v

Penampilan dan rasa sotonya sih biasa saja, yang agak gak biasa cuma harganya, 1/2 porsi dan 1 porsi sama. Nasinya sedikit (asli sedikit banget) saya dan dua teman lainnya memang pesan setengah porsi tapi ya gak gitu juga kelees. Ah nyesel pokoknya gak pesan satu porsi, gini lah kalau terlalu husnudzon dikasih nasi banyak.:v

Alhasil soto yang ditunggu selama ½ jam pun habis dalam beberapa menit saja. Kami sengaja tidak membeli minum di sana, sudah bekal air mineral dari kemarin..haha. Tapi aksi menghemat kami tersakiti melihat sebelah kami pesan minum teh manis dan hanya diminum seteguk kemudian pergi..ah sedih rasanya, pengen nyamber tapi malu :v

Selesai sarapan penuh drama kami beranjak menuju stasiun. Kereta sudah ada saat kami masuk, tak lama dari itu petualangan kami pun dimulai..

Jreng..jreng..

Lanjut ntar ya, kepanjangan 😀

*Sengaja soto dan lokasi gak difoto, menjaga keamanan dan ketentraman bersama :p

Iklan

12 thoughts on “Cerita Backpackeran ke Ijen dan Baluran (1)

  1. wah keren ya, jalan jalan terus…

  2. Ijen dan Baluran adalah dua tempat wisata di Jawa Timur yang kepingin banget saya kunjungi tapi belum ada gambaran yang menyeluruh banget soal tempatnya :haha. Jadi kelanjutan postingan ini akan selalu saya nantikan, soalnya saya juga kepengin banget melihat Blue Flame yang terkenal itu secara langsung! :haha.

  3. udah semangat baca tau-tau habis 😀

  4. mbak teteh neng, boleh minta kontak buat saya hubungi, kebetulan minggu depan saya mau ke ijen sama baluran tapi blas gak tau apa2

  5. aaakkk.. mana lanjutannya tetehhh huffttt..
    eniwey aku focus ke foto2 disebelah kanan, keren2 euyyy 🙂

  6. sengaja banget dipotong ceritanya . biar besok2 orang2 pd liat lagi blog nya.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s