The 'Rok' Mountaineer

Travelling sometime, Backpacker often

Overland Tambora 2014 #3 Summit

16 Komentar

28 Mei

Pagi menjelang, saatnya jemur pakaian yang basah karena keringat kemarin #ehh.. Perjalanan masih panjang sodara-sodara, stok baju kami tidak banyak, so yang masih bisa dipakai ya pakai lah..hahah. Ritual pagi setelah sholat subuh pasti bikin minuman hangat, abis itu masak buat sarapan.

10457822_744903228864644_2135515778782509244_nSarapan pagi sambil nunggu jemuran kering :v

Jam 10an kami mulai melanjutkan perjalanan menuju pos 4, dari mulai pos 3 sampai pos selanjutnya tidak akan ada pacet, begitu kata Wendi sang Porter, yang ada cuma jelatang. Sejenis tanaman beracun, seluruh daun dan batangnya dipenuhi duriduri halus, klo kena kulit bisa gatal-gatal dan perih, daaan parahnya lagi klo seluruh badan kena jelatang bisa demam. Itu yang terjadi pada teman saya di Argopuro.

1959425_791689404183733_1155613153719866206_nsamping kiri itu tanaman jelatang

Saya pikir jelatang itu tanaman rambat yang tidak terlalu tinggi, eh pas jalan dari pos 3 menuju pos 4 kanan kiri jelatang semua dan tinggi-tinggi, treknya juga makin naik cukup bikin kembali ngos-ngosan. Sampai pos 4 sekitar jam 11, jarak dari pos 3 ke pos 4 memang tidak terlalu jauh. Setelah agak lama saya perhatikan kok gak ada yang ngecamp di sini, padahal tempatnya agak lapang dan enak buat ngecamp. Hemm..ternyata selain alasan air, pos 4 ini sekelilingnya tanaman jelatang semua. Susah cari lapak..ahahah

*ada dua jenis daun jelatang, satu bentuknya seperti daun biasa satunya lagi daunnya becabang seperti daun singkong

Lanjut jalan dari pos 4 ke pos 5 ada jalur yang boleh dibilang wow banget, pohon tumbang kanan kirinya jelatang. Emh..dan tangan saya sempat kena gores jelatang di sini. Rasanya perih lalu sedikit panas, dan itu bertahan hingga beberapa jam setelahnya.

jelatangini dia pohon tumbang yang dikelilingi jelatang

Sekitar setengah jam perjalanan turun hujan, agak besar awalnya tapi sampai di pos lima sudah berhenti. Oh ya jarak antara pos 4 dan pos 5 itu cuma 45 menitan, deket banget dibanding pos-pos lainnya. Kami sampai pos 5 jam 1 siang dan langsung bikin tenda. Agak garing juga sampai tempat ngecamp siang-siang..hahah.. Cara mengisi waktu yang paling enak sebenernya tidur tapi kami malah memasak makanan buat makan malam..hahah..terlalu dini memang tapi bae lah dari pada cicing :p Yang cowok ribut main kartu -___-“

Selesai masak sudah masuk waktu ashar dan kebiasaan gak boleh tidur di waktu itu, jadi dari pada boring saya sempat memotret suasana kabut sekitar pos 5, walaupun ga lama trus masuk tenda.

Waktu berjalan cepat, tiba-tiba udah maghrib lagi, abis sholat makan bersama sambil ngobrol, apa saja jadi bahan obrolan sambil tertawa terbahak-bahak. Ini yang selalu saya syukuri, setiap melakukan perjalanan pasti ada aja satu orang yang hobinya menghibur, jadi sepanjang jalan dan ngacamp kami tidak pernah kehabisan obrolan dan candaan. Siapa dia? nanti dibahas terakhir 😀

Malam makin larut dan kami pun sadar diri untuk istirahat, dini hari nanti kami harus mulai lagi perjalanan menuju puncak Tambora.

29 Mei

Waktu menunjukan jam 1 dini hari, kami semua mulai merayap menuju puncak Tambora. Sebelum meninggalkan tempat ngecamp semua barang digantung diatas, dan hanya satu tenda *nekad yang tidak dibongkar. Kenapa harus digantung di atas pohon? karena klo tidak ada manusia, babi hutan akan dengan santainya mengobrak abrik tenda dan tas yang ada disana, kejam. -__-

Dari pos 5 menuju puncak jalur yang kami lalui mulai berpasir dan naik terus.. ya iya laah Nina :p

Ada sedikit semak-semak sih, tapi gak banyak banget juga. Pas jalur berpasir itu Wendy sang porter seperti kebingungan memandu kami menuju puncak, katanya jalurnya baru dan kami harus berhati-hati banget karena masih rawan longsor. Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan kami sampai juga di puncak. Langit masih gelap tapi sudah masuk waktu shubuh. Jadi sampai puncak langsung cari lapak untuk sholat shubuh. Ternyata puncak hanya milik kami, kelompok lain belum sampai ke sana hingga terbit matahari.

Done

Kami merayakan summit dengan makan semangka..hahah..selain itu tentu foto-foto..tak ada habisnya memang soal bergaya depan kamera ini, bahkan saking asiknya foto-foto kami yang lebih dulu datang jadi yang paling akhir pulang. Agak horor pas salah satu teman bilang, asap beracunnya mulai naik tuh..aah jadi teringat Semeru.

Puncak Tambora Done!

*foto gabungan pribadi dan teman-teman

Masih Bersambung.. 😀

Iklan

Penulis: Nina

Orang biasa yang suka hal-hal luar biasa.

16 thoughts on “Overland Tambora 2014 #3 Summit

  1. si teteh yg satu ini jalan2 mulu.. tp g ngajak2…

  2. kok bisa makan semangka???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s