The 'Rok' Mountaineer

Travelling sometime, Backpacker often

Overland Tambora 2014 #1 OTW

7 Komentar

Ini perjalanan pertama saya menuju NTB, perjalanan yang cukup jauh dibandingkan biasanya. Dan saya gak ngebayangin sama sakali gimana perjalanan kali ini, searching tempat yang akan dikunjungi pun tidak begitu detail. Just let it flow..

Total yang akhirnya ikut overland Tambora ini ada 10 orang, awalnya 12 kemudian berkurang, bertambah lagi, begitu terus sampai hari H yang fix pergi ada 10 orang. Kebanyakan mereka berangkat dari Jakarta yaitu 6 orang, 4 orang diantaranya pakai kereta, 2 orang lagi pakai pesawat. Sisanya 4 orang,  1 orang dari Ternate, 1 orang dari Jogja, dan 2 orang dari Bandung, yaitu saya dan Nadya.

 

24 Mei

Saya berangkat dari Bandung bersama Nad menggunakan kereta Mutiara Selatan menuju Surabaya, jam 5 sore tanggal 23 Mei. Sampai Surabaya sekitar jam 6 pagi lalu dijemput sepupu Nad. Numpang mandi dan makan di tempat sepupunya sebelum kembali ke stasiun menuju Banyuwangi kemudian bertemu rombongan lain dari Jakarta.

Jam 1 siang kereta Sri Tanjung menuju Banyuwangi sudah sampai di Surabaya, kami masuk melalui gerbong 2 menuju gerbong 1. Pemandangan yang sama seperti 2 tahun lalu di Statisun Senen, gerbong penuh dengan orang-orang berkeril. Ah sudah dapat ditebak, semua satu tujuan menuju Rinjani. Pastinya sudah dapat dibayangkan juga seperti apa puncak Rinjani minggu ini..hmmm..pasar kaget.

Tak perlu lama saya dan Nad bertemu rombongan Jakarta, yaitu Eman (Emon), Rizal, Bang Jati, dan Mbak Ade (Emak). Kami juga bertemu rombongan dari Semarang yang sangat heboh. Ntah lah mereka berbicara apa, yang jelas kebanyakan kami tidak mengerti, hanya Bang Jati saja yang memang asal Semarang yang ikut tertawa mendengar ocehan mereka.

BanyuwangiFoto bareng di stasiun Banyuwangi

Waktu cukup panjang menuju Banyuwangi, kami baru sampai di stasiun sekitar pukul 11 malam, di sana sudah ada Adward yang menunggu dari kemarin..hahah..iya dari kemarin, tiket kereta yang tersedia hanya tanggal 22 Mei, ya nasib Edward nunggu lebih lama di Banyuwangi.

Malam itu juga kami melanjutkan perjalanan menuju Bali. Sekitar 1 jam perjalanan kami tempuh dengan kapal ferry menuju pelabuhan Gilimanuk.

25 Mei

Sampai Bali sekitar jam 12 malam dan sudah tidak ada kendaraan umum, tapi ada bus yang bisa dicarter. Akhirnya kami bergabung bersama rombongan lain yang satu arah menuju Padang Bai. Alhamdulillah, perjalanan lancar *baca tidur sepanjang jalan :)) Sampai Padang Bai jam 5 subuh, ada masjid cukup besar dan akhwat frendly disana. Setelah shalat subuh kami tidak langsung pergi karena masih menunggu 2 orang teman kami yang menggunakan pesawat, Mas Arif dan Bang Ilham. Pesawat mereka baru sampai Bali jam 8 pagi, alhasil kami harus menunggu sampai jam 10an sampai mereka tiba di Padang Bai.

Karena masjidnya cukup nyaman jadi kami putuskan menunggu disana saja, tempat makan pun tidak jauh dari masjid, penjualnya muslim dan masakannya halal. Sedangkan rombongan lain satu per satu sudah mulai beranjak dari masjid menuju Lombok. Fyi untuk pilih makanan di Bali memang harus sangat berhati-hati karena mayoritas warganya terbiasa memasak babi.

Sekitar jam 11 dua orang teman kami sampai juga, setelah menunggu mereka bersih-bersih dan packing ulang kami langsung berangkat menuju Lombok. Waktu yang diperlukan untuk sampai Lombok atau pelabuhan Lembar sekitar 4-5 jam. Sampai sana sudah maghrib.

Kapal2Selfie di kapal menuju Lembar

Di Pelabuhan Lembar kami di jemput menggunakan mobil pick up, menuju basecamp Lombok Backpeker. Kami menginap semalam di sini. Awalnya saya menduga hanya basecamp biasa dan yang ada disana ya para pendaki. Ternyata berbeda. Akan saya ceritakan terpisah nanti 😉

IndomartBelanja dulu sebelum ke basecamp

26 Mei

Setelah semalam menginap di basecamp backpeker Lombok, kami lanjutkan perjalanan menuju Calabai. Oh ya di Lombok jumlah kami sudah lengkap ber-10, meetingpoint sama Mbak Elvi di basecamp. Saya pikir perjalanan dari Lombok menuju Calabai sekitar 6-8 jam lah ya, ternyatah 20 jam sodara-sodara. Jangan bayangkan kendaraan yang kami tumpangi seperti bus eksekutif di pulau Jawa. Bus nya itu 3/4 dan sarat muatan, seperti kantung ajaib doaremon, semua masuk, bagian belakang bus pun masih digantung sepedah motor.. hahah..ajaib..

RizalBus tetangga yang udah digantungin motor

Tapiii..walaupun sarat muatan, kami tidak mengeluh sakit badan selama perjalanan, soalnya jalan yang dilalui mulus  pemandangannya juga indah, cuma musiknya aja agak ganggu..berasa bukan di luar Jawa, lagu-lagunya panturaan doong. -__-

Ngomong-ngomong soal jalan mulus saya jadi berandai-andai Jawa Barat punya jalan semulus ini, sejauh apapun jarak yang ditempuh gak bikin males untuk pergi.

Dari Lombok sekitar pukul 10 pagi, lokasi pertama yang dituju adalah Pelabuhan Kayangan. Namanya bagus ya, klo ditanya “Kamu mau kemana?” “Mau nyebrang ke Kayangan” :)) berasa bidadari. Dari Kayangan Rinjani tampang jelas banget, cantik memang tapi mainstream banget untuk liburan kali ini, bikin males..hahah..males mulu dari tadi, bukan apa-apa sih klo penuh gitu susah cari lapak. 😀

KayanganDi Pelabuhan Kayangan

Nyebrang dari Kayangan ke Pototano sekitar satu jam lalu naik bus lagi, sepanjang perjalanan makan-minum-tidur-ngobrol-update status-beresin odoj, terus terulang seperti itu sampai bus berhenti istirahat di tempat makan, dan ritual berganti jadi rebutan tempat ngecas. Semua colokan listrik milik kami..hahah..pembajakan.

Lanjut perjalanan udah gak sadar diri semua, tidur pulas sampai Desa Pancasila jam 3 pagi. Hanya kami ber 10 yang turun terakhir, lainnya turun sebelum Desa Pancasila. Turun dari bus kami disuguhi pemandangan langit yang spektakuler, milkyway jelas terliat padahal itu masih di bawah, belum di atas gunung. MasyaAllah..

Tertegun sepersekian detik memandangi langit sampai akhirnya disambut Bang Ipul, pemilik basecamp. Di basecamp semua kamar sudah panuh, kami lesehan di pekarangannya pakai matras. Tapi karena para cewek ini pengen rebahan banget mengingat pagi ini mau langsung jalan, jadi kami dipersilahkan masuk menempati satu kamar kosong di dalam rumah Bang Ipul.

Begitulah total perjalanan dari Bandung hingga Calabai, 23 – 27 Mei 2014

*foto sumbangan dari yang lain diambil dari fb 😀

Bersambung…

 

 

Iklan

Penulis: Nina

Orang biasa yang suka hal-hal luar biasa.

7 thoughts on “Overland Tambora 2014 #1 OTW

  1. Bang si abang si omay *nyanyiik

  2. mantap, lanjutkan! nungguin sambil nongkrong

  3. mau dong eike ke kayangan cyiinn….
    :))

    tapi itu kalah keren sama rumah lama gue di lampung, nama Gang sempit yang cuma bisa dilewati 1 mobil itu adalah… NIRWANA.
    wkwkwk :p

    • TP ngadain sailingtrip dong..jangan Jogja mulu..bosen :))

      Huwaa..kek gimana tuh NIRWANA..semoga gak merusak pencitraan Nirwana selama ini :))

      • gue juga bosen keleeuusss.
        gara2 ada acara di solo aja jadi gue ikutan. padahal mah sebenernya gue lebih suka nyebrang ke pulau komodo. :))

        gang sempiiittt. ah, sudahlah, mungkin gang itu sudah hilang ditelan peta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s