Budget Traveler


12 Komentar

Jayagiri – Tangkuban Parahu

Beberapa bulan lalu, karena pengen hemat tapi mau tetep jalan-jalan ke gunung saya dan beberapa kawan hiking ke Jayagiri – Tangkuban Parahu. Lokasinya yang cukup dekat dengan trek yang lumayan enak ternyata bikin ketagihan. Dua akhir pekan berturut-turut saya jalan ke sana, bahkan sampai sekarang juga masih pengen jalan ke sana. Buat yang mau hiking tapi hemat dan gak jauh, pilihan ini bisa dicoba.

Perjalanan pertama bareng temen sekelompok pakai motor sampai parkiran Jayagiri, lokasinya itu sebelum pasar lembang jalan masuk ke Taman Junghuhn. Dari sana jalan menanjak sekitar 2 kilo, jalurnya beraspal udah enak klo pakai kendaraan bermotor atau sepedah, klo buat jalan ya lumayan laah.. 😀

Sebelum masuk hutan Jayagiri kita bisa mampir dulu ke Taman Junghunh, taman ini sengaja dibuat untuk mengenang seorang ilmuwan, doktor, botanikus, geolog, dan ahli bumi berkebangsaan Belanda,Franz Wilhelm Junghuhn. Gak teralulu besar, seperti taman rumahan malah, tempatnya agak masuk kedalam, bahkan klo saya gak lihat plang gak akan tahu dimana letak Taman Junghunh itu.

Setelah puas foto-foto di Taman Junghunh kita bisa lanjut jalan masuk hutan Jayagiri, biaya masuknya 5rb aja. Trek pertama yang dilalui agak landai kemudian sedikit menanjak, tapi gak ektrem banget. Sepanjang jalan dikelilingi hutan pinus, jadi adem. Sesekali turun kabut, karena musimnya belum kemarau. Dari Jayagiri ini banyak jalan tembus, bahkan ada yang langsung menuju ke puncak atau kawah ratu, hanya saja tidak disarankan, jalurnya agak ekstrem katanya,belum pernah coba juga sih..hahah.

Setelah melewati hutan pinus yang rapat, kita akan bertemu persimpangan di sana ada warung, jalannya agak becek dan jelek karena biasa digunakan oleh motor. Olah raga yang aneh menurut saya, masuk hutan pakai motor, ngerusak jalur, dan mencemari udara yang bersih itu. Maaf ya bagi yang suka motoran ektrem ke gunung, saya sih gak suka. -__-

Di warung ini kita bisa istirahat dulu, makan gorengan dan minum teh manis hangat cukup membuat energi yang sempat terkuras di perjalanan awal tadi kembali. Jajan disini gak perlu ngeluarin banyak uang, hemat banget deh pokoknya, yang gak bawa bekal makan siang pun bisa dibungkus.

Lanjut perjalanan menembus jalur yang becek cukup tebal, oh ya klo mau agak hening tanpa gangguan motor-motor itu kita bisa pergi lebih pagi, soalnya makin siang makin rame. Selepas jalur becek itu kita akan ketemu satu warung lagi, di sini ada tanah yang cukup lapang, biasa digunakan kemcer, view-nya juga cukup indah. Klo ada yang mau ngajak kemcer disini hayuu..lokasinya lumayan deket air dan deket warung, cuma bukan alfamart..hahah..

Sampai warung tadi kita udah 3/4 perjalanan. Selanjutnya ada jalur yang tidak kalah beceknya bahkan berlumpur sangat, karena jalur motor tadi, parah banget pokoknya. Lewat sungai kecil juga, biasanya klo lagi beruntung kita bakal ketemu sekawanan kuda yang sengaja dibiarkan oleh pemiliknya. Klo dilihat-lihat jadi berasa sekawanan kuda liar gitu. 😀

Jalur lumpur gak terlalu panjang, setelah itu ketemu jalur batu yang landai menuju parkiran bawah Tangkuban Parahu. Nah dari sini tinggal pilih, mau lanjut ke Tangkuban Parahu dengan tiket masuk 17rb sampai atas bisa pakai angkot gratisan atau cukup sampai parkiran lanjut pulang lewat jalur tadi atau jalur masuk resmi Tangkuban Parahu.

Ok sekian cerita hiking ceria ke Tanguban Parahu, semoga bisa jadi referensi liburan murmer buat yang ada di Bandung dan sekitarnya. Selamat liburan! ^o^/

 

*foto menyusul 😀

 

Iklan


10 Komentar

Dunia Baru

Dua bulan ini saya kemana saja ya? sampai-sampai tidak sempat nengok blog sendiri..

Sibuk? hmm..dulu juga sama..

Males? hmm..harusnya udah gak ada dalam kamus tulis menulis saya..

ah..mungkin dunia baru yang sedang saya jalani ini menuntut hal lebih..

ya rasanya sih seperti itu..

 

Selama dua bulan ini saya belajar menulis lagi, menulis berita dan beberapa hal yang berkaitan dengan media. Dulu, beberapa tahun yang lalu saya sempat berada di posisi ini tapi berbeda zaman. Jujur saya suka dengan pekerjaan saya, katanya sesuatu yang kita pilih karena hati itu akan bertahan lebih lama karena nyaman. we’ll see 😀

Saya dulu memilih menjadi “mandor”, memonitoring sebuah project, dan saya suka pake banget pekerjaan itu. Sampai suatu hari saya harus benar-benar move on. Ada beberapa pilihan untuk move on dari sana, tapi saya memilih dunia ini..iya dunia penulisan ini, dan kemudian saya merasa beruntung ada di sini.

Disini berasa seperti “lu punya ide? keluarkan..maka jadilah”. Saya berada di dunia orang-orang kreatif yang menuntut untuk lebih sering bergerak, dinamis, dan kreatif. 😀

Aaah..seneng pokoknya. Se-geje apapun ide mu orang-orang disini gak akan merasa itu hal gila dan tak mungkin dilakukan. Udah lama saya pengen bikin film pendek, dan disini diamini oleh yang lain..insyaAllah, segera.. 😀