The 'Rok' Mountaineer

Travelling sometime, Backpacker often

Geotrek ke Pasir Pawon dan Goa Pawon

21 Komentar

IMG_7858_2*View dari Pasir Pawon, Gede – Pangrango dari kejauhan

29 Desember lalu saya diminta teman untuk memotret kegiatan holliday camp anak-anak SD dan SMP dari Komunitas Pelangi Bunda. Awalnya saya tidak tahu lokasi motretnya dimana, teman saya cuma bilang “Kamu bagian motret acara anak-anak, ke Goa Pawon.” OK berangkat!

Minggu pagi sudah siap-siap janjian dengan rombongan di dekat rumah, kebetulan mereka ngecamp di daerah Manglayang, jadi walaupun saya gak ikut ngecamp bareng, gak harus subuh-subuh keluar rumah 😀 Bus jemputan datang setelah 30 menit saya menunggu, pas masuk ke dalam bus langsung disambut dengan celoteh khas anak-anak abg yang rame banget. Saya suka, mereka tuh aktif dan gak jaim-jaim, mereka juga gak malu-malu tanya tentang materi foto yang hari sebelumnya disampaikan teman saya. Seru pokoknya. 😀

IMG_7727_2*Pak Budi sedang memberikan pengarahan

Sampai di Citatah mereka mendapatkan pengarahan dari ibu pendampingnya, kemudian acara selanjutnya dipandu oleh Pak Budi Brahmantyo, penulis buku Wisata Bumi Cekungan Bandung. Wisata kali ini bukan sekedar wisata ternyatah, tapi acara geotrek. Geotrek adalah bentuk kegiatan jalan-jalan sambil memperkenalkan sudut pandang geologi. Lokasi geotrek ini adalah Pasir Pawon dan Goa Pawon.

IMG_7745_2*Menuju Stone Garden

Trek pertama yang dilalui cukup mudah, jalannya gak terlalu nanjak, masuk semak-semak dikit, dan jalurnya terbuka. Jalan 15 menit aja udah nyampe ke lokasi pertama yang dituju, yaitu Stone Garden, kenapa namanya gitu? Karena sejauh mata memandang banyak sekali batuan yang tersebar acak tapi apik di sana. Eits..tapi bukan sembarang batuan, batu-batu yang tersebar disini merupakan batuan koral, ini salah satu bukti bahwa wilayah Citatah dulunya adalah lautan, klo Pak Budi bilang ini dulu seperti Great Barrier Reef-nya finding nemo, anehnya walaupun jenis batuannya merupakan batuan laut tapi belum satupun fosil ikan ditemukan disini. hmm..

IMG_7842_2*Jenis batuannya sama persis seperti batuan koral

Dari Pasir Pawon ini juga kita bisa melihat gunung Masigit, gunung yang sekarang penampakannya sudah menyedihkan, keropeng karena pengerukan pasir dan batuan gamping besar-besaran untuk kebutuhan pembuatan cat dan marmer. Dampak dari pengerukan tersebut adalah hilangnya sumber mata air di walayah ini, padahal dulunya ada banyak sumber mata air kars, air yang lebih segar dari air kemasan. Hal menyedihkan lainnya adalah penambang atau pekerja disana dibayar rendah tanpa jaminan keselamatan. 😦 Selain Gunung Masigit yang sudah hampir habis, jauh di ujung sana tampak gagah Gunung Gede – Pangrango – Putri..ah tampak kontras dengan pemandangan didekat kami.

IMG_7776_2*Gunung Masigit sebelah kanan, setengahnya habis dikeruk. Asap hitam itu berasal dari pembakaran batuan gamping 😦

Beberapa meter dari sana ada batuan yang membentuk gerbang, ada yang bilang itu gerbang menuju dunia lain..heuheuheu.. Ada juga batu mesra, bentuknya seperti dua orang yang saling bersandar sambil menikmati pemandangan di depannya. *gak difoto -__-

IMG_7840*Menuju gerbang

Puas berkeliling dan dengar cerita Pak Budi tentang sejarah batuan itu, kami semua diajak menuruni Bukit atau Pasir Pawon menuju Goa Pawon. Turunannya lumayan curam dan bikin heboh anak-anak, mungkin karena tidak terbiasa. Tapi walaupun mereka heboh dengan celotehannya, tidak ada yang mengeluh. Mereka tetap menikmati liburannya. Salah satu celotehan yang bikin saya ketawa adalah “Ih kakak fotografer ini ya, udah pake rok tapi kok dia jalannya bisa cepet, gak capek apa ya?” ahahah..menurutloh? :p

IMG_7905_2*Trek menuju Goa Pawon yang agak curam

Sampai bawah disambut makan siang, hmm..nasi liwet, ikan asin, tahu, tempe, ayam, lalaban, dan sambal, tidak lupa kerupuk..sedaaap. Saking nikmatnya makan saat lapar dan capek, anak-anak pada nambah. Saya? Ngga aah malu =))

Beres makan kami mulai lagi perjalanan menuju Goa Pawon, letaknya cuma sekitar 200 meter dari tempat kami makan tadi. Nah disini baru anak-anak agak rewel, soalnya goanya bau. Di Goa Pawon ini masih banyak kelelawar jadi memang bau kotoran kelelawarnya sangat menyengat, itulah sebab kami diberi masker sebelum masuk. *tentu oleh panitia

IMG_7934_2*Menuju pintu goa

Pak Budi menjelaskan dengan detail tentang goa ini, seperti biasa anak-anak pun menyimak dengan seksama. Jadi Goa Pawon ini tempat yang dijadikan rumah oleh manusia purba yang sudah agak modern. Disini ditemukan artefak dan alat-alat tulang lainnya, yang diduga merupakan peralatan berburu dan memasak. Selain itu pada tahun 2005 ditemukan juga rangka utuh homo sampiens. Diduga usianya sudah mencapai 500-1500 tahun, ras mongoloid dan berjenis kelamin wanita. Pak Budi bilang usianya sekitar 15 tahun saat tertimbun, ntah karena gempa bumi atau yang lainnya.

IMG_7951_2*Replika kerangka manusia purba, yang aslinya disimpan di Museum Geologi Bandung

Selesai mengelilingi goa ritual wajib berikutnya adalah berfoto bersama, sayangnya karena kali ini sedang bertugas jadi tidak ada satu pun foto saya di sini. Ah..gak bisa narsis walau dikit. 😦

Selepas dzuhur kami beranjak pulang, sebagian besar kembali ke Jakarta dan sekitarnya di jemput oleh keluarga masing-masing. Saya sendiri ikut bus tadi sampai Bandung. Liburan kali ini cukup menyenangkan, walaupun sebenarnya ini bukan liburan saya 😀

Iklan

Penulis: Nina

Orang biasa yang suka hal-hal luar biasa.

21 thoughts on “Geotrek ke Pasir Pawon dan Goa Pawon

  1. senengnya liburan gratis 😀

  2. gue mau juga lah jadi asisten.. #gagalfokus
    fufufufu :v

  3. Hebat euy, salut sama liburan yang bermanfaat macam begini. Bukan hanya menghibur, tapi juga mendidik. 🙂

  4. Fotonya pemandngnnya indah,,,
    liburan sepert ini saya juga mau…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s