The 'Rok' Mountaineer

Tegal Panjang – Papandayan #2

16 Komentar

GambarFoto perdana di Tegal Panjang

Ini pertama kalinya saya muncak di musim ujan, tapi sih asik aja klo temen-temennya asik yaa.. Banyak hal unik dalam perjalanan kali ini terutama di Tegal Panjang. Sensasi sedikit horor sebenernya πŸ˜€

Sampai di Tegal Panjang sekitar pukul 16.00, ritual pertama pasti selalu foto-foto, dilanjut dengan makan-makan, kemudian buka tenda karena hujan makin deras. Saat ritual foto-foto itu lah salah seorang teman mendengar ada suara lain dari arah hutan, namun teman lainnya mengalihkan pembicaraan dengan bilang itu suara saya lagi nyanyi-nyanyi. Lah..padahal saya gak bersuara sedikitpun, ajaib. πŸ˜€

IMG_5532*makan dulu baru buka tenda πŸ˜€

Terlepas dari itu kami tetap sangat menikmati Tegal Panjang dengan segala keindahannya, savana, sungai kecil, bukit-bukit, dan tentu suara alam yang merdu. Karena hujan terus mengguyur, selepas maghrib kami langsung diem di tenda masing-masing, ngobrol sebentar sebelum tidur awalnya sih ngebahas tentang wudhu, ada teman yang tanya boleh tayamum ga? Lalu obrolan berlanjut dengan bahasan lain yang masih nyambung dengan persoalan ibadah dan akidah #tsaah, maka kami pun menyebutnya β€œTaklim sebelum bobok” =))

IMG_1501

*Koki handal kami sedang beraksi, nasi+mie goreng rendang+sosis+tuna =))

Jujur baru kali ini saya susah tidur, mungkin karena SB saya basah jadi tidur tanpa SB padahal hujan terus mengguyur hampir semalaman, karena susah tidur itulah jadi bisa denger suara burung yang gak berhenti bernyanyi bahkan hingga pagi. Tapi bagus juga sih, jadi alarm bangun subuh..secara hape saya nyasar di tenda sebelah. πŸ˜€

36 (1 of 1)*acara makan pagi sambil ngobrol

Sesungguhnya ya wudhu pas musim hujan diatas gunung itu sesuatu banget..dingiiiiiin dan itu bikin males. Abis wudhu masuk lagi tenda dengan kekuatan super, abis itu leyeh-leyeh lagi nunggu sunrise yang tentunya tak terlihat πŸ˜€ Menjelang pagi ritualnya adalah foto-foto, sarapan, dan berkemas.Entah karena betah, dingin, atau malas hingga jam 10 kami belum juga beranjak dari tempat itu. Ngobrol kesana-kemari, becanda, sampai ngebully orang..ahahha..

14 (1 of 1)*Ini dia salah satu pose ditengah savana

Tapi tetep harus beranjak, tujuan akhir adalah Papandayan. Nah kejadian aneh terulang lagi saat jalan menuju Papandayan, pas jalan di tengah savana, hutan sebelah kiri ada dua sampai tiga orang yang terus memperhatikan kami tapi tidak saling menyapa, saat kami masuk hutan yang berlawanan mereka masuk lagi. Seolah hanya memastikan klo kita gak masuk ke daerah kekuasaan mereka, kata temen saya mereka itu para pembalak liar.

8 (1 of 1)*Turun-naik lembah lembah sebelum masuk hutan

Kami mulai masuk hutan sekitar jam 10.45, 45 menit aja gitu jalan dari tempat ngcamp sampe depan hutan, bukan..bukan jalannya yang jauh tapi foto-fotonya yang lama..hahah..

IMG_1571Β Β  *Saking rapatnya Iyenk harus agak menunduk pas masuk hutan

Terusterang saya agak kaget pas masuk hutan, saya pikir jalurnya agak terbuka, ternyata rapaaat sangaat, bahkan beberapa kali harus melayangkan golok menebas barisan semak belukar. Saking jarangnya orang yang lewat sini jalurnya sampai tertutup..ckckck..

IMG_5676*Acara ngebully Nzah sebagai pendaki paling “senior” mengucapkan salam pada semua pendaki

Perjalanan menyusuri hutan sampai ke Pondok Saladah sekitar 2-3 jam. Nyampe sana disapa sama akang voulunteer, kami baru tau klo ini trip ilegal. Kenapa saya sebut trip ilegal? Si akangnya bilang jalur ini mau ditutup, apalagi sejak ada kejadian terbaru itu (baca tulisan sebelumnya). *melongo bareng-bareng* dan katanya jalur ini agak berbahaya, klo pun mau melintas harus mengurus simaksi, minimal seminggu sebelum pendakian. Hahah..campur aduk rasanya. Ntah bahaya binatang buas, penjarah hutan, atau makhluk lain =))

Di Pondok Saladah kami istirahat sejenak, tadinya saya dan Nzah mau melanjutkan naik ke hutan mati, tapi karena hujan, becek, dan gak ada ojek gak jadi deh πŸ˜€

IMG_5693*Jalur licin dari Pondok Saladah menuju Camp David

Sekitar jam 3 kami turun ke Camp Dapid *tulisannya emang gitu #nyunda πŸ˜€ melaui jalur yang licinnya bingit, tanah liat campur air dan gak datar. Terus menyusuri kawah, ah sayangnya saya tidak punya foto-foto disini, batre kamera mati dan teman-tean lainpun tidak, wassalam deh.

Jam 5 sampai di Camp David atau parkiran, jalan dari pondok saladah ke parkiran sebenernya bisa ditempuh dalam waktu 1 jam aja, tapi karena dijalur licin itu banyak yang ngantri jadi kami berhenti lama, belum lagi acara foto-foto di kawah πŸ˜€ Abis solat, langsung carter colt bak, turun sampai gerbang dilanjut dengan angkot menuju terminal. Nah dari terminal kami yang dari Bandung langsung menuju bus, gak sempat ganti baju yang basah soalnya kata supirnya ini bus terakhir, ya sudahlaah. Sedangkan teman-teman yang dari Jakarta baru berangkat jam 12 malem. Saya sampai rumah jam 11 malem dan langsung tepar.

Sekali lagi perjalanan yang menyenangkan, terima kasih, kalian. ^^

IMG_5656*Foto bersama di Guberhud (gak tau deh nulisnya gimana πŸ˜€ ) tempat tinggi sebelum Pondok Saladah

: dok

Saya, Suci, dan Mang Dadang

Iklan

16 thoughts on “Tegal Panjang – Papandayan #2

  1. yaah, kapan guwe ikutan.
    kalo diajak nolak wae ahahha πŸ˜€

  2. bookmark.
    baca ntar klo udah ngantor lagi.
    *beres2 ransel, pulang*

  3. wew, jadi pengen kembali kuliah inget masa-masa di Karmapala mendaki gunugn.
    >.<

  4. Wah, dilihat dari foto2nya cantik banget pemandangannya… Semoga kapan2 bisa ke situ… πŸ˜€

  5. Sudah hampir 15 tahun gak ke sini, rasanya gatel pengen nanjak lagi… πŸ˜€
    Papandayan…. Rasanya gunung terdingin selama saya mendaki

  6. WUIHH MANTEPP SEKALI GAN NASI GORENGNYA,, PASTI SERU BANGET,,

  7. duh foto sabananya duuh T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s