The 'Rok' Mountaineer

Dari Merapi ke Taman Sari

25 Komentar

Gunung Merapi

Sabtu kemarin ada acara rihlah kantor ke Jogja, satu gerbong kereta ekonomi hampir penuh oleh temen-temen kantor. Karena tujuannya hanya ke Borobudur dan Malioboro saja itu pun hanya satu hari, jadi saya numpang beli tiketnya saja. ๐Ÿ˜€

Setelah berhasil meracuni salah satu teman kantor dengan pesona goa pindul akhirnya saya bisa punya teman untuk ngebolang dan numpang tidur. Hahah..*timpuk

Sabtu pagi sampai Lempuyangan, rencana awal setelah sungkeman ke budhe dan pakdhe-nya teman saya itu kami langsung meluncur ke Goa Pindul di daerah Gunung Kidul, Jogja. Tapi ternyata rencana tinggalah rencana, pas mau pergi banget tetiba kakak sepupunya teman saya itu memberikan opsi lain โ€œyang penting tidak ke Pindulโ€. Hoo baiklah..manut aja dari pada diusir..

Terlalu sayang jika hari pertama ini hanya dihabiskan di Malioboro, jadi kami putuskan mengunjungi Merapi, bekas rumah alm Mbah Maridjan sih lebih tepatnya. Hmm..lihat Merapi dari kejauhan bawaannya pengen muncak aja, klo aja ada teman dan merapi gak lagi batuk-batuk pasti udah melipir ke Selo.

Sampai di Desa Kaliadem, parkir motor, trus jalan ke tempat bekas rumah alm Mbah Maridjan. Bekas rumah itu dijadikan museum erupsi merapi, ada beberapa barang yang masih jelas penampakannya seperti kursi dan lemari, juga kendaraan yang digunakan untuk evakuasi. Beberapa meter dari sana ada makam alm Mbah Maridjan. *ntah kenapa saya malas memotret disini ๐Ÿ˜ฆ

Sungai yang mengering

Setelah berkeliling dan mencoba menara yang penampakannya horor banget *reyot dan banyak kayu yang sudah lepas* kami menjelajah bekas sungai yang sekarang tinggal tumpukan pasir saja tanpa air. Ada batu besar disana, belakangan saya baru tahu klo batu tersebut disebut batu alien, katanya ada penampakan mirip wajah alien di batu itu. Hmm..tapi di cek di fotonya kagak ada tuh mirip-miripnya sama alien..ahahah..

Ajeng nyender di batu alien

Baโ€™da dzuhur kami putuskan untuk turun, selain khawatir hujan perut juga sudah mulai berontak. Sambil makan siang kami merencanakan destinasi selanjutnya. Melihat kondisi Kota Jogja yang saat itu sedang galau *hujan gak jelas* kami pun akhirnya memutuskan jelajah benteng Vredeburg dan Taman Sari, tapi karena saya sudah pernah ke Benteng Vrederburg itu jadi pilihan pertama adalah Taman Sari.

Salah satu pintu masuk Taman Sari

Pas masuk ke bangunan bersejarah ini ada aura cadas yang terpancar..hahah..lagi ada festival musik โ€œagak kerasโ€ ternyata. Berjalan menyusuri benteng sambil menikmati setiap sudut bangunan bersejarah ini asik juga, terutama jika menemukan spot menarik untuk foto-foto..hahah..*tetep* Sayangnya kunjungan kali ini harus berakhir sebelum semua tempat terjelajahi, keburu tutup sodara-sodara.

Benteng di Pulau Cemeti - Taman Sari

Beginilah jika liburan berubah haluan, jadi harus nih berkunjung lagi ke Jogja? *monolog

Iklan

25 thoughts on “Dari Merapi ke Taman Sari

  1. Itu benteng Vrederburg? Kok beda ya dengan yang aku kunjungi…

  2. harus donk. ke jogja g cukup sekali, hehe

  3. ini cerita bawa keril sendirian? hehe… huwaaa… pengen jalan2…
    Tapi fisik ga mendukung nih skg, gampang capek… kekuatan saya berkurang hampir setengahnya…

  4. eh kita gak kenal ya? jadi ga perlu kontak2an kalo pas ke jogja….

    huuuuu…

  5. nice blog, nice photographs.
    ternyata jogja itu bener-bener indah yaa.

    salam kenal ๐Ÿ˜€

  6. perlu di timpuk beneran ga teh?

    btw model yg nemplok di batu2 itu siapa ?
    hihi

  7. nampaknya menyenangkan sekali ya?? hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s