The 'Rok' Mountaineer

Ngetrip to Bali-Ijen-Bromo (lagi)

18 Komentar

Berawal dari dapat tiket murah ke Bali dan kebetulan ada teman yang keluarganya tinggal disana, saya bersama dua teman berencana liburan di Bali, ya sekedar memanfaatkan tiket murah dan pengen tau kek mana sih Bali tu. :p

Eh jelang hari H sang tuan rumah harus ke Sumbawa, untuk liputan Superqurban. Mulailah saya dan satu teman lainnya galau, gimana disana nanti. Klo gak jadi pergi sayang juga nih tiket, akhirnya sedikit nekad kami berangkat saja tanpa tuan rumah. Ternyata walaupun dia gak jadi pergi bersama kami, keluarganya bersedia menjemput dan menampung kami di sana. Alhamdulillah.

Sampai di Bali tengah malam waktu setempat, jet lag dikit karena ada kejadian kurang menyenangkan di pesawat sebelum mendarat, jadi berasa naik rolle coaster. Keesokan harinya kami disuguhi sarapan khas sunda, bala-bala dan lepeut ditemani teh manis hangat, aah..ini berasa bukan di Bali ditambah lagi warga sekitar yang kami temui berbicara dalam bahasa Sunda. Belakangan kami baru tahu ternyata mayoritas penduduk disini memang orang sunda, itulah kenapa sampai disebut Bandungan, meskipun gak semua warganya berasal dari Bandung. Beneran deh berada di sana seperti di rumah. 😀

Hari pertama berada di Bali kami minta ditunjukan pasar *jadi berasa cerita Abdurrahman Bin Auf..haha.. tapi bukan untuk berdagang malah belanja.. :p *dasaaar.. Mungkin masih canggung karena tidak ada tuan rumah jadinya rencana awal mau berkunjung ke berbagai tempat yang sudah diincar pun tidak jadi dilakukan. Ujung-ujungnya keliling pasar Badung dan tempat oleh-oleh, kemudian berkunjung kesalah satu teman yang tinggal di Kampung Jawa. Tentu dengan bantuan google map dan bertanya pada orang sekitar agar tidak nyasar.

pasar-badung4gambar dari sini

Oh ya karena mayoritas penduduk Bali adalah umat Hindu, jadi banyak pure dan janur disepanjang jalan, selain itu menurut saya Bali memiliki bau yang khas, bau dupa dan bunga. Sesaji untuk para dewa pun bisa dijumpai dimana-mana, di jalan, jembatan, tumpukan barang yang mau dijual, sudut toko, pasar, sampai di kendaraan.  😀

Kuta

Hari kedua barulah kami jelajah pantai. Pantai yang kami kunjungi pertama kali adalah Kuta, adeuuh..beneran deh kawasan ini udah gak kayak Indonesia, kebanyakan bule dari pada lokal. Sampai di pantainya pun demikian, pantainya sih bagus, pasir putih, air lautnya biru dan degradasinya terlihat jelas, langit juga cerah waktu itu, tapi manusia-manusianya.. masyaAllah >,< biarlah orang bilang kami udik or something. Pokoknya gak mau berlama-lama disana. Siangnya, selepas dzuhur kami diajak main ke Nusa Dua, melalui tol Benoa yang baru diresmikan menjelang acara APEC. Suasana di Nusa Dua sedikit lebih baik, mungkin karena siang ya.

IMG-20131012-WA0003

To be continue..

Iklan

18 thoughts on “Ngetrip to Bali-Ijen-Bromo (lagi)

  1. kok ga dijelasin detil pemandangan di pantai kuta-nya, nin?
    =))

  2. Hae Nikoniah…
    kapan ngajakin (dan gratisin) aku jalan? 😀

  3. kapan ya mira ke bali.. pengen tau juga 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s