The 'Rok' Mountaineer

Travelling sometime, Backpacker often

Mendaki Puncak Tertinggi Jawa Barat

23 Komentar

Para Pendaki Gunung Ciremai*dok Qefy

Agustus lalu (parah baru nulis sekarang..ahah) saya bersama beberapa teman yang saya kenal melalui blog melakukan pendakian ke Ciremai. Teman saya sudah merencanakan dari jauh hari, bahkan mungkin sudah dari tahun lalu, saya sendiri baru memutuskan fix akan ikut seminggu sebelum berangkat. Total peserta yang ikut sebanyak 14 orang, 2 diantaranya sudah sangat berpengalaman dalam hal mendakiΒ  *iya laah secara orang wanadri. Sedangkan lainnya termasuk saya adalah newbie, ya hanya sesekali saja jalan-jalan ke gunung, bahkan bagi beberapa orang, Ciremai merupakan pendakian pertama.

Seperti postingan sebelumnya, cuaca saat kami datang ke Kuningan tidak terlalu baik, langit malam tanpa bintang dan angin cukup kencang, bisa dibayangkan apakabar di atas sana? Heuheu.. Tapi Alhamdulillah keesokan harinya, cuaca tampak cerah walaupun dari kejauhan sesekali puncak tertutup kabut tebal.

Kami melakukan pendakian melalui Palutungan, jalur Palutungan ini, katanya..ini katanya loh termasuk jalur yang tidak terlalu terjal tapi memang lama. Total ada 6 pos yang dilalui yaitu, Cigowong (1.450 mdpl), Paguyangan Badak(1.790mdpl), Arban (2.030 mdpl), Tanjakan Asoy (2.108 mdpl) klo pulang kami sebut turunan geboy..ahaha, Pesanggrahan (2.450 mdpl), dan SangHyang Ropoh (2.590 mdpl). Satu-satunya sumber air hanya ada di pos 1 yaitu di Cigowong, setelah itu hanya ada hutan, vegetasi yang ditumbuhi cantigi serta edelweiss, dan mendekati puncak hanya ada batuan curam dengan tanah berwarna agak kuning mengandung belerang. So dari bawah harus sudah bekal air yang banyaaak.

Trek yang monoton dan nanjak terus membuat beberapa teman cukup kewalahan. Sebenarnya saya juga agak gempor waktu itu, sadar akan kemampuan diri membuat saya memutuskan berjalan di depan agar termotivasi untuk segera sampai dan lebih banyak istirahat. Sampai mendekati pos terakhir ada salah satu teman yang terkena hipothermia, kami yang di depan segera mencari tempat lapang dimanapun asalkan bisa mendirikan tenda, meskipun itu lereng tanpa tumbuhan atau batu penghalang badai. Isya dia baru sampai di tenda dengan kondisi sudah tidak sadar, digendong oleh senior kami, diberi jaket tebal dan digarang depan api unggun. *denger ceritanya sih demikian..maklum saya sudah tidur karena kelamaan nunggu..ahahah..#parah Ntah jam berapa saya baru bangun karena kelaparan dan kedinginan, teman saya yang terkena hipo sudah sadar dan bisa makan. Alhamdulillah tidak terjadi hal yang menyeramkan, hanya saja dompet senior ilang ntah kemana saat menggendong teman saya itu. Semoga diganti dengan yang lebih baik ya Pak.

Banyak yang patut dievaluasi dalam perjalan saya kali ini, dari kesiapan fisik, tujuan muncak, sampai kekompakan tim. Mendaki gunung itu bukan untuk eksistensi diri, dan juga bukan sekedar hunting foto bagus, tapi sayangnya tujuan-tujuan itu masih melekat disebagian orang bahkan mungkin saya, jadi perjalannya diburu waktu ingin mengejar sesuatu dan memaksakan diri, akhirnya soal kekompakan jadi PR bersama. Padahal bisa sampai puncak itu bonus, yang penting pergi dan pulang dengan selamat.

Tapi walaupun banyak yang harus dievaluasi, banyak juga yang harus disyukuri dari pendakian Ciremai ini. Untuk saya pribadi Ciremai membuat saya lebih serius menyiapkan P3K, lebih aware terhadap kondisi kesehatan sendiri dan orang lain, selain itu di Ciremai ini lah, saya benar-benar bisa melihat karakter setiap orang. Mungkin bukan hanya saya, tapi yang lain juga, dan mungkin nilai saya sangat minus menurut yang lain..heheh..

Setelah semua kembali normal *jiaah..sebelum subuh kami mulai muncak, dan sampai Goa Walet pukul 05.00 wib. Selesai sholat lanjut pendakian. Akhirnya semua bisa muncak sekitar pukul 6 lebih. Kami bisa menikmati sunrise yang indah setelah perjuangan yang cukup melelahkan dari bawah sana. Hallo Jawa Barat..saya ada di 3.078 mdpl. ^^/

Sunrise @Ciremai

Anw Thanks ya teman-teman peluk dari jauh untuk akhwatnya >:D<

Foto-foto di sini

Iklan

Penulis: Nina

Orang biasa yang suka hal-hal luar biasa.

23 thoughts on “Mendaki Puncak Tertinggi Jawa Barat

  1. Waaaah, asik banget! Ternyata ada ya acara naik gunung bareng blogger gitu? Pengen ikuut dong mbak πŸ˜€

  2. Ini mba nina kan yah? Ternyata rocker jug yah.
    weekend kemarin, aku naik ke merbabu, bareng akuai dan AADT. πŸ™‚

    dulu aku ke ceremai lewat jalur linggarjati.

  3. pas 17an bukan? temenku, ika juga ke ciremai

  4. ini tulisan kagak nongol di reader gueh
    -___-

  5. eh, nanjak bareng ajiw-pita-jude-qefy ternyata πŸ˜€

    salam kenal sirius, salam rocker! hahaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s