The 'Rok' Mountaineer

[daytwentyone] Pergi

4 Komentar

Sejak terjadinya pembantaian di Mesir group wa berisik sekali mengomentari ini itu, yang intinya “itu urusan dalam negeri mereka gak usah terlalu ikut campur!” Saya malas menimpali apapun dan sepertinya bukan hanya saya yang tidak mau ikut ribut gak penting disana. Sampai akhirnya salah satu teman “keluar” karena saking berisiknya. Pagi tadi teman yang left dari group mengirimkan broadcast dan minta tolong untuk disampaikan juga di group. Ah..saya udah tau sih bakal jadi rame klo ngebroadcast berita ini, tapi tetep aja saya copas..doh..

Group yang sempat sepi beberapa hari ini jadi rame lagi, yang komen sih gak banyak tapi cukup bikin “wow” dan membuat saya berfikir untuk segera keluar juga dari group ini, walaupun sudah saya silent biar ga berisik.

Sudah saya sampaikan mohon doa untuk rakyat Mesir dan untuk teman-teman medis dari ACT yang sekarang sudah di Mesir. Komennya merembet kemana-mana dan akhirnya saya komen juga tentang pendapat saya. Eh malah ada kalimat “plis plis Ikhwan jangan tegang dulu klo di kritik” #plak siapa yang bilang broadcast ini tentang ikhwan, siapa yang menginginkan kalian dukung  ikhwan, dan siapa yang mengatasnamakan ikhwan? hadeuuuuh..-__-”

Orang-orang itu berpendapat apapun yang mereka mau dan saya diamkan karena itu hak mereka, tapi kenapa ketika saya mengutarakan pendapat saya, saya malah diposisikan sebagai pendukung yang membabibuta. argh..it’s not fair you know -___-” #pergi

 

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “[daytwentyone] Pergi

  1. Sabaar, jangan kebawa emosi, tapi edukasi tetap harus dilakukan (selain do’a tentunya) … karena itu ujian bagimu 🙂
    Mereka sepertinya lupa akan hadits RasulullahSallallahu ‘Alahi Wassalam:
    “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”.(HR. Muslim).

    dan juga hadits lainnya:
    “Tidak beriman seorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari).

    Jadi, ini semua ujian keimanan, jangan tanya dimana Allah saat pembantaian terjadi, tapi tanyakan apa yang akan kita jawab dihadapan Allah?

    Jangan sampai pas ditanya Allah kelak di hari pengadilan:
    “Kamu ngapain aja pas tahu bahwa saudaramu di Mesir dibantai?”

    Terus tangan menjawabnya: “cuma nyinyir di soc-med, sampe pegel nih jari-jari ngeladenin para ikhwan”

    Kata bunda Helvy TR: “Kemanusiaan itu tidak mengenal batas negara dan agama. Ia tumbuh dari keajaiban nuranimu, tanpa sekat, tanpa musim”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s