The 'Rok' Mountaineer

Travelling sometime, Backpacker often

ke Telaga Warna

7 Komentar

Ini perjalanan ke dua saya menuju Dieng dan seperti pertama kali ke sini keramahan warga Dieng tetap juara. Klo awal bulan Juni saya pergi bergerombol dan bercarierr kali ini hanya bawa ransel kecil bersama “new partner in crime” saya..heheh..berhasil tebar racun ke adik kelas orang 😀

Agenda utama kami sebenarnya adalah menghadiri pernikahan teman di Purworejo, karena acaranya Ahad dan tidak terlalu jauh dengan Wonosobo akhirnya kami izin melipir dulu ke Dieng. Pukul 5 sampai di stasiun Kutoarjo, diantar teman menuju terminal Purworejo dari sana menggunakan bus 3/4 menuju Wonosobo. Perjalanan menuju Wonosobo ternyata cukup lama, sekitar 3 jam, katanya ini kerena ada jalan yang terputus oleh longsor, jadi bus berputar melalui jalur Magelang. Hoo..baiklaah..

Sampai Wonosobo kami lanjut ke Dieng, karena mengejar waktu kembali sebelum pukul 5 sore soalnya teman kami bilang bus Wonosobo-Purworejo terakhir pukul 5. Dieng seperti memiliki magnet tertentu bagi saya, keindahan alamnya, keramahan warganya, dan kenangan pertama datang kesini. Aah..saya suka Dieng.

Capture

Kedatangan saya dan partner in crime saya ini berbarengan dengan Festival Dieng Culture ke IV. Acaranya sudah dimulai sejak tanggal 28 dan berakhir tanggal 30 Juni. Inginnya sih menghadiri puncak festival tanggal 30 atau hari Ahadnya, tapi kami punya agenda utama yaitu nikahan teman. Jadi apa mau dikata, kali ini hanya lewat saja lagi pula hari Sabtu siang agendanya belum menarik. Festival dilaksanakan di lokasi Candi Arjuna, karena teman saya belum pernah ke sini sebelumnya jadi dia berfoto ria dulu, malah menawari saya untuk berfoto dengan badut telletubies. WHAT? Klo saja badut tellutubies itu mau diajak muncak dulu ke Prau, akan saya pertimbangkan..hihihi..

Lanjut perjalanan sambil dikejar waktu, setelah tanya sana-sini ternyata kawasan Telaga Warna itu jauh sodara-sodara (tertipu peta), dan sepertinya hanya kami yang jalan kaki kesana, yang lain menggunakan kendaraan. -__-”
Tapi sampai disana lelah kami cukup terobati dengan pemandangan danau yang menyejukan mata, pepohononan rindang, rawa, dan goa-goa ntah lah *tidak memperhatikan dengan seksama 😀

Setelah puas towaf di Telaga Warna, kami putuskan segera kembali. Sengaja kami tidak keluar melalui jalur Candi Arjuna lagi tapi jalan keluar lain yang langsung menuju jalan raya daaaan ternyatah lebih dekat..hesyaaah…
Ada masjid cukup besar dengan tempat wudhu terpisah dan bersih di sana, kami sholat dan istirahat sebentar. Dari sini kepala saya mulai terasa sakit dan perut mulai berontak, yang tadinya mau langsung beranjak naik bus akhirnya mampir dulu di warung nasi samping penginapan Bu Djono. Ini tempat kumpul turun dari Prau dulu..*jiaaah teringat lagi :p

Saya dan teman pesan nasi goreng dan teh panas, karena banyak pesanan jadi agak lama. Pas pesanan datang lambung saya sudah tidak mau berkompromi lagi, mual sangat, ditambah kepala yang rasanya semakin mau pecah. Dipaksa makan yang ada mau keluar lagi, akhirnya partner in crime saya berinisiatif membelikan obat mag di toserba terdekat. Sambil nunggu saya tiduran di bangku warung, untungnya tidak ada yang datang lagi. Haa..ini efek gak makan dari Jumat malam. -_-”

Setelah permasalahan lambung selesai kami langsung beranjak menuju Wonosobo.

Foto lain di sini

Iklan

Penulis: Nina

Orang biasa yang suka hal-hal luar biasa.

7 thoughts on “ke Telaga Warna

  1. Alhamdulillah udah sampe rumah mbak. Twitterku ga berbalas soalnya.

  2. sukaa liat yang adem-adem gini 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s