The 'Rok' Mountaineer

Jalan-jalan Ke Bromo

28 Komentar

Minggu lalu ceritanya saya melakukan perjalanan dinas ke wilayah Probolinggo, cukup senang karena berbeda dengan perjalanan dinas ke Jakarta. Iya lah apa yang diharapkan dari Jakarta, terutama hari kerja? #ngajakribut πŸ˜€

Dua hari di Probolinggo sebenarnya tidak terlalu mengasikan, hanya rutinitas kerja *ya iya laah namanya juga perdin :p Bedanya di sini saya seperti kembali ke masa-masa kuliah, ditemani banyak domba, kambing, dan sapi. Hal menyenangkan lainnya adalah daerah yang saya kunjungi dekat dengan Bromo. Karena dekat terpaksa saya harus mampir dulu sebelum pulang. *alibi :p

Ini kali kedua saya melancong ke Bromo, sebelumnya tahun 2009 lalu pernah berlibur atau lebih tepatnya melarikan diri dari rutinitas ke tempat ini. Empat tahun lalu kami menginap di sekitar Bromo dan jalan kaki selepas shubuh ke puncak Bromo, kali ini karena lokasi dinas hanya 1 jam dari Bromo dan juga satu rombongan dengan tamu dari perusahaan mitra, kami berangkat pukul 2.30 dini hari.

Sampai di kawasan Bromo kami berganti kendaraan menggunakan jeep, kendaraan khusus yang mengantarkan kami ke Pananjakan dan Bromo. Harga sewa 380rb/mobil, tapi jika ingin diantarkan juga ke Savana ada tambahan 30rb/orang. Sampai di kawasan Pananjakan terpaksa kami harus berganti kendaraan menggunakan ojek motor karena macet oleh jeep lain yang parkir disamping kanan kiri jalan dan juga pengendara motor. Sebenarnya bisa saja kami jalan kaki tapi karena waktu itu sekali lagi bersama mitra jadi ikuti saja, lagipula mereka belum shalat shubuh.

Di Pananjakan, sudah ada ratusan orang yang menuggu sunrise, dari kamera hp biasa sampai tablet paling gede, dari kamera pocket sampai dslr dengan lensa paralon tumpah di sana. Lokal sampai mancanegara berjejer ingin melihat sunrise, dipikir-pikir klo cuman mau lihat sunrise di samping rumah juga bisa..hahah..

Setelah menunggu cukup lama tenyata matahari tidak muncul sesuai harapan banyak orang, satu persatu mundur dari posisi paling strategis untuk melihat sunrise dan 3 gunung yang berjajar secara vertikal Gunung Batok, Bromo, dan Semeru, tapi ini justru jadi kesempatan baik bagi saya yang datang untuk bernolstagia dengan Mahameru diujung sana. Haa..kangeen..*sambil meluk kamera..#loh

Puas di Pananjakan kami melanjutkan perjalanan ke Bromo lalu kembali ke Probolinggo. Dua kali ke Bromo dan masih belum sempat ke Savana, rasanya gimana gitu, tapi ya mau bagaimana lagi, perjalanan kali ini terbatas waktu, mitra akan melanjutkan perjalanan ke Malang, dan saya harus segera bersiap pulang ke Bandung. Semoga ada yang ke 3 kali dan bisa ke Savana, bahkan lanjut ke Mahameru lagi. πŸ™‚

Tengger-Bromo-Semeru

Iklan

28 thoughts on “Jalan-jalan Ke Bromo

  1. ejie malah belum pernah ke bromo…
    lautan awannya bagus bgt ya? mau kesana suatu saat nanti πŸ™‚

    SEMOGA….. AMIN YRA

  2. haaih, yg sekarang kerjanya perdiin muluuu..

  3. aaaakkkkkkk.kamuh rupanyah perdin yak :p

  4. itu sapa yg moto? kok bagus, sih?

  5. wah…saya malah belum pernah ke bromoooo…

  6. Savana itu padang pasir itu bukan mbak?
    #SayaUdahPernah πŸ˜€

  7. kerennnn bangetttt,,kapan ya bisa ke sanaaaa

  8. mudah-mudahan bisa kesana bulan ini
    salam kenal ya mba

  9. jalan-jalan ke tempat yang sejuk (baca: dingin) memang menarik. Daerah dingin identik dengan daerah yang masih asri dan segar.

  10. wuuiih mantab…insya allah tgl 25 desember saya mau k bromo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s