Budget Traveler


16 Komentar

Weekly Photo Challenge: Culture

Barong

:Barong

Barong is a character in the mythology of Bali. He is the king of the spirits, leader of the hosts of good, and enemy of Rangda in the mythological traditions of Bali. Banas Pati Rajah is the fourth “brother” or spirit child that accompanies a child throughout life. Banas Pati Rajah is the spirit which animates Barong. A protector spirit, he is often represented by a lion, and traditional performances of his struggles against Rangda are popular parts of Balinese culture.

Rangda

:Rangda

Rangda is the demon queen of the leyaks in Bali, according to traditional Balinese mythology. Terrifying to behold, the child-eating Rangda leads an army of evil witches against the leader of the forces of good – Barong.

*note from wikipedia

More at Weekly Photo Challenge

Iklan


21 Komentar

: siriusbintang itu saya

Dulu, ini dulu ya. saya suka menggunakan gambar kartun untuk foto profil. Alasannya karena saran beberapa teman dan saya jarang foto sendiri kecuali untuk KTP πŸ˜€ Biasanya yang saya gunakan gambar tokoh yang memang saya suka, seperti doraemon, shikamaru, naruto, kapten kuchiki atau ichigo. Saya juga yakin klo teman-teman yang menggunakan foto profil selain dirinya itu karena ngefans, misal pakai foto suami atau istrinya *lebih dari ngefans keknya, anaknya, pemain sepak bola ternama, atau anggota boy band terkenal…*ngeekk

Saya sedang teringat kisah bocah SMP yang gak tau gimana ceritanya bisa nyasar ke fb saya. Sebut saja unyu, si unyu ini termasuk abg yang suka eksis dan ganti-ganti foto profil artis. Suatu hari dan ntah kenapa si unyu tiba-tiba menghapus semua fotonya dan menggantinya dengan foto salah satu artis abg, sebutlah ES *brrr.., dan parahnya unyu mengaku bahwa dia adalah ES -__-” *namanya juga unyu ya.. Sejak itu fb si unyu banyak dikunjungi abg-abg, setiap unyu membuat status, gak penting sekalipun, pasti banyak yang “nglike” banyak juga yang komen. Dari kehebohan itu saya juga terkena imbasnya, pasalnya unyu mengaku bahwa saya adalahΒ  kakak perempuannya. -__-” *huwaaa..gw anak bungsu nyuuu..tiba-tiba notifikasi orang yang ng-add fb saya mencapai puluhan setiap harinya, dan mereka rata-rata smp-sma. *Maaf saya skip semua

Suatu hari ada fans ES yang bertanya pada unyu tentang kegiatannya beberapa hari terakhir, ternyata pertanyaan tersebut sebuah jebakan sodara-sodara, karena jawaban unyu salah fans ES pun membongkar semua kebohongan unyu selama ini. *ala investigasi. Maka Heboh lah wall unyu dengan cacian, makian, dan hinaan, tapi ada juga yang masih bermanis-manis dan mau berteman. *ababil

Begitulah cerita tragis si unyu, semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini..*apaseh..hahah..Sebenarnya ada kejadian beberapa minggu lalu yang mengingatkan saya pada cerita unyu ini. Dimana foto saya digunakan sebagai profil picture oleh orang yang tidak saya kenal tanpa seizin saya. Biasanya orang lain menggunakan foto saya untuk backgroud blog, untuk header fb, itu pun gambar yang saya ambil, bukan foto diri a.k.a foto saya sesayasayanya. Lagi pula saya bukan artis dan mereka bukan fans saya *eh

Kejadian ini terulang 2 kali dan saya tahu dari sahabat dekat saya *selalu dia garda terdepan untuk melabrak..hahah..Saya heran kenapa mereka menggunakan foto saya, jelas-jelas ada tulisan “siriusbintang”, kenapa tidak artis saja sekalian seperti yang dilakukan unyu, dan kenapa harus nyaman dengan komentar banyak orang padahal kenyataannya bukan untuk mereka?? Akhirnya saya berkomentar di wallnya, lama tak dibalas, setelah saya cek kembali komentar saya dihapus, fotonya tetap ada. -__-” padahal komentarnya hanya menegaskan bahwa siriusbintang itu saya dan saya sertakan juga link foto aslinya di flickr. Lalu saya kirim PM, akhirnya dibalas tapi dengan nada menyalahkan komentar sahabat saya saat melabrak, dan bilang dia gak ngaku-ngaku jadi saya. Klo gitu kenapa komentar saya dihapus tapi fotonya tetap ada?*ngook capek deh

Ini level lebih tinggi atau lebih rendah dari unyu ya? hmmm..saya kasih lebih tinggi saja laah soalnya saya yang jadi objek *tetep..karena lebih tinggi mbaknya ini unyu-unyu.
unyu-unyu bukan siriusbintang yaaa..

Nina


30 Komentar

Jalan-jalan Ke Bromo

Minggu lalu ceritanya saya melakukan perjalanan dinas ke wilayah Probolinggo, cukup senang karena berbeda dengan perjalanan dinas ke Jakarta. Iya lah apa yang diharapkan dari Jakarta, terutama hari kerja? #ngajakribut πŸ˜€

Dua hari di Probolinggo sebenarnya tidak terlalu mengasikan, hanya rutinitas kerja *ya iya laah namanya juga perdin :p Bedanya di sini saya seperti kembali ke masa-masa kuliah, ditemani banyak domba, kambing, dan sapi. Hal menyenangkan lainnya adalah daerah yang saya kunjungi dekat dengan Bromo. Karena dekat terpaksa saya harus mampir dulu sebelum pulang. *alibi :p

Ini kali kedua saya melancong ke Bromo, sebelumnya tahun 2009 lalu pernah berlibur atau lebih tepatnya melarikan diri dari rutinitas ke tempat ini. Empat tahun lalu kami menginap di sekitar Bromo dan jalan kaki selepas shubuh ke puncak Bromo, kali ini karena lokasi dinas hanya 1 jam dari Bromo dan juga satu rombongan dengan tamu dari perusahaan mitra, kami berangkat pukul 2.30 dini hari.

Sampai di kawasan Bromo kami berganti kendaraan menggunakan jeep, kendaraan khusus yang mengantarkan kami ke Pananjakan dan Bromo. Harga sewa 380rb/mobil, tapi jika ingin diantarkan juga ke Savana ada tambahan 30rb/orang. Sampai di kawasan Pananjakan terpaksa kami harus berganti kendaraan menggunakan ojek motor karena macet oleh jeep lain yang parkir disamping kanan kiri jalan dan juga pengendara motor. Sebenarnya bisa saja kami jalan kaki tapi karena waktu itu sekali lagi bersama mitra jadi ikuti saja, lagipula mereka belum shalat shubuh.

Di Pananjakan, sudah ada ratusan orang yang menuggu sunrise, dari kamera hp biasa sampai tablet paling gede, dari kamera pocket sampai dslr dengan lensa paralon tumpah di sana. Lokal sampai mancanegara berjejer ingin melihat sunrise, dipikir-pikir klo cuman mau lihat sunrise di samping rumah juga bisa..hahah..

Setelah menunggu cukup lama tenyata matahari tidak muncul sesuai harapan banyak orang, satu persatu mundur dari posisi paling strategis untuk melihat sunrise dan 3 gunung yang berjajar secara vertikal Gunung Batok, Bromo, dan Semeru, tapi ini justru jadi kesempatan baik bagi saya yang datang untuk bernolstagia dengan Mahameru diujung sana. Haa..kangeen..*sambil meluk kamera..#loh

Puas di Pananjakan kami melanjutkan perjalanan ke Bromo lalu kembali ke Probolinggo. Dua kali ke Bromo dan masih belum sempat ke Savana, rasanya gimana gitu, tapi ya mau bagaimana lagi, perjalanan kali ini terbatas waktu, mitra akan melanjutkan perjalanan ke Malang, dan saya harus segera bersiap pulang ke Bandung. Semoga ada yang ke 3 kali dan bisa ke Savana, bahkan lanjut ke Mahameru lagi. πŸ™‚

Tengger-Bromo-Semeru