Budget Traveler


8 Komentar

Photowalk di Burangrang

Burangrang

Tanggal 2 Maret lalu bdgflckr dan beberapa teman dari teman melakukan pendakian ringan ke Gunung Burangrang, saya sebut ringan karena bisa ditempuh dalam waktu seharian. Agak riskan juga sebenarnya, mengingat minggu-minggu ini Bandung masih sering diguyur hujan, tapi Alhamdulillah hari itu langit cerah ceria.

Terbagi dari beberapa orang yang belum saling kenal kami putuskan untuk berangkat bersama menggunakan angkot, meeting point di Taman Ganesha, samping masjid Salman ITB pukul 6 pagi. Dari sana kami menuju komando, Komando merupakan lokasi latihan militer di wilayah Lembang dan pos perizinan melakukan pendakian atau apapun yang melalui lokasi tersebut, sebenarnya hari itu kami tidak diberikan izin untuk mendaki teruama melalui jalur utama pendakian, karena sedang ada latihan rutin, tapiiii karena sudah sampai sana dan sayang jika balik lagi, kami pun melakukan pendakian melalui jalur samping. hihihi.. *bandel 😀

Karena yang menginisiasi acara ini merupakan komunitas pecinta foto maka sebagian dari kami memang berniat memotret sambil hiking, jadi lebih banyak berhenti untuk mengambil gambar dari pada berjalan, nah karena itu juga kelompok ini tertinggal trus nyasar sodara-sodara..heuheuheu *salah fokus sih :p

Dalam kelompok hanya beberapa orang saja yang pernah dan masih ingat jalur pendakian ke puncak Burangrang, saya sendiri belum pernah dan tidak berusaha mencari tahu seperti apa medan disana, dan ternyataaaa cadaaaas sodara-sodara. Rute pendakian didominasi oleh tanjakan yang cukup tinggi, berbatu dan licin. Beberapa teman sempat hampir terpeleset, saya sendiri terpeleset saat turun. 😀 Ternyata lagi Burangrang memiliki 3 puncak, dan seperti kebanyakan gunung di Jawa Barat. wilayahnya agak basah dan lembab, apalagi kemarin sore Bandung diguyur hujan lebat. Sepanjang perjalanan kami juga menemukan beberapa pohon tumbang, baik yang sudah lama maupun yang baru saja tumbang, karena angin waktu itu sangat kencang.

Saat hampir sampai di puncak ke tiga, kami harus melalui tanjakan atau lebih mirip dibilang tebing, seperti bebatuan besar yang ditumpuk sedemikian rupa, teman ku bilang “foto di sini bagus untuk cover album”..hahaha..selain itu kami juga melewati pinggiran tabing yang salah satu pinggirannya adalah jurang dan hanya diberi pembatas dari tali rafia seadanya, yaa walau agak seram pemandangan dari sana cukup keren lah. 😀

Sampai di puncak istirahat sejenak dan makan bekal yang kami bawa, lalu turun kembali, mengingat cuaca yang tiba-tiba berubah dan kami khawatir terjebak hujan diperjalanan. Nah ini lah masa-masa sulit bagi saya setiap kali naik gunung, jika naik saya masih bisa menahan badan dengan tangan, beda dengan turun semua tertumpu di kaki, tambah lagi jalannya agak licin, ini lah yang membuat saya harus sedikit perosotan di salah satu tanjakan. 😀

Alhamdulillah ke khawatiran kehujanan di jalan tidak terjadi, dan menurut saya hal ini harus sangat di syukuri, hujan turun ketika kami sampai di masjid Al Karim (Aa Gym) Parongpong, dan berhenti setelah kami selesai shalat.

That’s it “Photowalk di Burangrang”
Next Manglayang (InsyaAllah)

Puncak Burangrang

Foto bersama dari Mas Husain
Foto lainnya ada di sini

Iklan


11 Komentar

Emoticon o_0

Aku biasa menyebutnya emot, tanda untuk mengekspresikan perasaan saat menuliskan sebuah kalimat.

Pertama kali belajar chating harus menggunakan emot sekitar 3 tahun lalu, telat ya..hihihi.. klo kata bosku kalimat itu sangat mudah salah diartikan, untuk mempertegasnya pakai emoticon aja. Dari sana lah setiap chat, terutama dengan klien selalu menggunakan emot. *dulu kerjaannya cuman chating 😀

Klo dulu emot yang paling sering digunakan 🙂 hahaha..terkesan setiap bicara selalu tersenyum dan ramah, dan sangat dilarang menggunakan emot X-( secara ngobrol sama klien

Nah bagaimana dengan emot 😐 ..datar, aku biasanya pakai klo chat sama teman dan merasa bosan, bete, dan sedikit kesal..hihih..Menurutmu klo permohonan maaf menggunakan emot 😐 rasanya seperti apa? Klo aku sih, gak ngerasa itu permohonan maaf yang tulus, terkesan malas dan kepaksa, karena itulah saya menghindari emot datar untuk minta maaf, biasanya pakai :(, :), atau klo minta maafny ke temen deket dan sedikit iseng pakai :D.
IMO

Tulisan apa sih ini?
Nge-GJ pagi-pagi..hahah..