The 'Rok' Mountaineer

Perjalanan Ke Mahameru #4 (end)

17 Komentar

25 Agustus 2012
Subuh hari di Ranu Kumbolo sangat dingin hingga terasa menusuk sampai ke tulang, saya coba membetulkan sleeping bag, barang kali terbuka, bergeser lebih dekat dengan teman saya, tapi tetap tidak meredakan rasa dingin itu.
Rasanya enggan keluar tenda kalau saja tidak ada teriakan sunrise dari luar. Saya keluar tenda segera, sambil membawa kamera. Pemandangan yang semalam tidak saya hiraukan dan pagi ini saya terheran-heran karenanya, Ranu Kumbolo tampak seperti perkampungan, dikelilingi tenda dan orang-orang berjaket tebal. Saat saya keluar tenda, hari masih cukup gelap, matahari belum muncul, namun orang-orang sudah berjejer di tepi danau yang sedikit membeku. Lapisan es tipis itu juga menyelimuti tenda kami, dan kini saya tahu apa yang menyebabkan udara dalam tenda begitu dingin.

Ice on the tent

Satu lagi keajaiban yang ditawarkan danau terindah yang pernah saya datangi ini. Saya melihat pemandangan yang sama seperti lukisan atau gambar yang sering dibuat oleh kita sewaktu kecil. Sang surya terbit di tengah dua gunung, memancarkan sinarnya yang keemasan dan lapisan es tipis di permukan Ranu Kumbolo memberikan efek “wow” saat terkena sinar matahari yang baru saja muncul.Ajaib, dan ini nyata ada di Indonesia.

Sunrise at Ranu Kumbolo [On Explore]

Setelah puas menikmati mentari pagi, kami sarapan dan membersihkan wajah dengan air Ranu Kumbolo yang tadi sempat membeku, kemudian packing dan melanjutkan perjalanan kembali ke Ranu Pane. Satu hal yang tidak boleh ditinggalkan di Ranu Kumbolo, sampah. Kami harus memastikan semua sampah dari sisa makanan yang kami bawa harus kami kemas dan bawa kembali ke Ranu Pane untuk dibuang pada tempatnya.

Sampai di Ranu Pane sekitar pukul 15.00 wib, hari itu desa kecil ini sangat ramai pengunjung, belakanagn kami tahu, di sini sedang diselenggarakan acara tahunan para pendaki yang biasanya dilaksanakan pada 17 Agustus. Karena banyaknya pengunjung kami harus memastikan mendapatkan tempat untuk menginap malam ini, karena untuk mendirikan tenda di luar sangat tidak direkomendasikan, terlebih ada kegiatan semacam ini.

26 Agustus 2012
Hari ini kami harus meninggalkan tempat seindah Ranu Pane dan segala keajaiban alam menuju Mahameru. Kembali ke Jakarta dan Bandung seperti kembali ke dunia nyata, dunia yang harus kami jalani dengan penuh perjuangan tentunya, yang pasti hari-hari kami di sini tidak akan pernah terlupakan, keajaiban yang diciptakan oleh yang Maha Pencipta, bukan tanpa sengaja menumbuhkan persahabatan yang indah, seindah menemukan Ranu Kumbolo.

Rangerwe come from another space

27 Agustus 2012
Welcome to Bandung, welcome to the real world!

 

Foto-foto ada di sini

Jalur pendakian
Ranu Pane – Watu Rejeng – Ranu Kumbolo – Oro-oro Ombo – Cemoro Kandang – Jambangan – Sumbermani – Kali Mati – Arcopodo – Cemoro Tunggal – Mahameru

Transportasi menuju Mahameru versi saya
1. Day trans Bandung-Jakarta : Rp80.000,-
2. Matarmaja ekonomi Jakarta-Malang : Rp50.000,-
3. Angkot Stasiun Malang-Pasar Tumpang : Rp15.000,-
4. Jeep dari Tumpang-Ranu Pane : Rp30.000,-
5. Registrasi : Rp7.000,-
6. Truk dari Ranu Pane-Tumpang : Rp30.000,-
7. Angkot Tumpang-Stasiun Malang : Rp15.000,-
8. Kereta Matarmaja AC Malang-Jakarta : Rp210.000,-
9. Kopaja AC Senen-St. Gambir : Rp5.000,-
10. Argo Parahyangan eksekutif Jakarta-Bandung : Rp90.000,-

Harga makan di Ranu Pane
1. Nasi soto : Rp6.000,-
2. Nasi rawon :Rp6.000,-
3. Baso Malang Pendaki : Rp5.000,-
4. Nasi+tempe+telur : Rp4.000,-
5. Teh panas : Rp2.000,-

Iklan

17 thoughts on “Perjalanan Ke Mahameru #4 (end)

  1. wah keren mba..
    jadi pengen cepet-cepet bisa mendaki semeru..

  2. pas liat film 5cm kmrn aku inget kamu na
    ngbayangin km ngedaki gunubg itu
    liat bromo sekilas jd inget perjalaban qt
    km hebat na!
    oiya foto rankum pas matahari terbitnya persiiiiiisss kek difoto km yaa
    aku terharu donk liat keindahan alamna huhuhuuu
    kangeeeen kamuu na

  3. wuaaahhh ninaaaa….*ngebayangin itu ada lapisan es di tenda…wiihh dinginnyo

  4. bisa bikin es serut ga itu lapisan esnya?
    :9

  5. sebelumnya salam kenal mba, waah indah sunsetnya 🙂
    setelah liat film 5cm temen temen pada banyak yg pingin ke mahameru, apa bisa ya mba kalo kita kesana tapi belum punya pengalaman apa apa?

    • Salam kenal juga, mas Arya. Terima kasih 🙂
      Bisa mas, saya dan beberapa temen juga belum punya pengalaman mendaki, tapi ada 1 temen yang dah biasa ke sana, jadi ada guidenya gitu.

      Saran : jangan terjebak oleh film 5 cm, beberapa shot tentang pendakiannya tidak sesuai dengan yang dialami 😀

  6. tambah … makin … sadar umur setelah baca ini. dan semoga cukup ke ranu pane saja :))

  7. salah tulis, Ranu Kumbolo maksudnya .. (salah dikit aja protes…heheh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s