Budget Traveler


Tinggalkan komentar

Weekly Photo Challenge: Thankful

Actualy, there are many things to be thankful..

Thanks to God, I’m alive, and until this day I still can enjoy the air and the sun, for free πŸ˜€

And of course many thanks to my parents who loves me and I love them too..

Iklan


Tinggalkan komentar

Iseng-iseng pake pashmina gaya sendiri, ternyata ada yang suka juga. Alhamdulillah πŸ˜€

waiting room

Setelah beberapa lama menunggu pertemuan dengan teh Nina, photografer yang suka motret dengan kostum pashmina. Akhirnya pekan lalu aku bertemu beliau juga. Karena tahu teh Nina bakal dateng di acara Sekolah Ibu, aku sengaja bawa pashmina buat belajar. Alhamdulillah akhirnya bisa juga makek pashmina yang syar’i *menurutku. Soalnya aku nyaman menggunakannya ke kampus saat presentasi di depan dosen ^^8

Langkah pemakaiannya aku bikin besok ya.. (kalo sempet). Sekarang aku posting hasilnya dulu πŸ˜€

Ini dia Gaya Pashmina Maha Guru

Nah, yang ini gaya Pashminaku ^^8

Okey! Tutorialnya klik di sini

Lihat pos aslinya


11 Komentar

Special Photo Challenge: Inspiration

What inspire me to blog?

Actualy I am a visual person, and more interested to image than writing, so I often take pictures then writing. but one day I read a note from a friend, whether he was quoted out of nowhere, his writings like this: Without words, without writing and without books, there would be no history, there could be no concept of humanity.

Finally I thought, why do not I write about what I take, I do a lot of activity, join in 365 self portrait group, traveling, and it must be very nice if stated in writing, at least for me. So, my inspiration is my activities. ^___^


8 Komentar

Malingping, Bayah, Sawarna (coret)

Liburan panjang minggu lalu tidak mungkin disia-siakan begitu saja olehku, 4 hari tanpa urusan kantor rasanya hahay banget. πŸ˜€

Tujuan awal menghabiskan liburan kali ini sebenarnya ke wilayah Jawa Timur, tapi karena terlalu banyak pertimbangan ujung-ujungnya masih di bagian barat Pulau Jawa, tepatnya ke Provinsi Banten.

Perjalanan panjang dimulai dari Bandung menuju Rangkasbitung melalui Serang. Rangkas bukan tujuan utama, hanya tempat singgah karena di sana ada rumah saudara dan sekalian tanya-tanya tentang transportasi menuju lokasi yang dituju.
Pergi dari Bandung sekitar pukul 07.00 dan sampai di Rangkasbitung pukul 13.00 wib. Jalannya cukup bagus, jadi tidak terlalu capek.

Maksud hati hanya singgah dan minta petunjuk jalan, eh malah diantar sampai tujuan. Bibiku bilang, “sekalian liburan bareng,” iya bareng dengan ibu-ibu komplek yang “rame”. Selain alasan itu katanya juga, transportasi umum menuju Malingping dan Bayah agak sulit. Baiklah, sebagai ponakan yang baik aku menurut saja, lumayan juga gak keluar ongkos..xixixi..

Ternyata perjalanan menuju pantai cukup jauh, sampai 3 jam, tapi jalannya memang bagus, salut deh untuk Pemprov Baten. Pelabuhan pertama kami adalah Pulau Manuk, Pantai Bayah. Pantainya bersih, banyak batu karangnya, bisa jalan-jalan di atas batu karang yang terjal, tapi harus hati-hati klo nyemplung ke air, banyak bulu babi, bisa gatal-gatal nanti.

Bayah Beach

Di Bayah, aku, Maya, Hilda, dan Nia sepupuku, berembuk membuat makar..hahaha..untuk melanjutkan perjalanan ke Sawarna, karena awalnya ibu-ibu geng rame tidak setuju, katanya “jauuuhh..capek..sama aja pantai..laut-laut juga..” kebayang kan ibu-ibu. Semua alibi kami keluarkan, dari mulai kasian aku jauh-jauh dari Bandung, pantai di sana lebih bagus, dan jarak dari Bayah hanya 30 menit akhirnya paman, bibi, dan geng ramenya luluh juga, dengan sedikit ocehan tentu..hahah.

The Rocks

Hanya dua orang dari rombongan itu yang pernah ke Sawarna, Hilda dan satu anggota geng rame. Ditunjuklah Hilda sebagai petunjuk jalan. Bayangan keindahan pantai Sawarna sudah di depan mata deh pokoknya, tapi kok gak sampai-sampai ya, padahal sudah lebih dari 30 menit. Kami baru tersadar setelah melihat gapura “Selamat Datang di Kabupaten Sukabumi”

Wadaaaaaaaaaaaaaw..nyasaaaaar..
Semua mata memandang ke satu arah, Hilda, dan tentu geng rame makin rame. “Dulu jalan sini kok.” *alibi dan kemudian berbisik, “..waktu itu pulangnya lewat sini, dan malem.”..hadeeuuuh..-___-”

Alih-alih makan siang di tepi pantai, malah di depan warung di terminal yang sudah tidak dipakai lagi..heuheuheu..
Karena sudah ada kejadian ini, geng rame tidak menerima alasan apapun untuk melanjutkan perjalanan ke Sawarna, pupus lah sudah harapan melihat pantai keren itu. Akhirnya kami kembali ke arah menuju Malingping, berhenti di setiap pantai yang punya view bagus, dan kembali ke Rangkasbitung.

View from the top

Barulah hari Sabtu aku dan Maya kembali ke Bandung melalui Serang. Ada cerita juga di kota kecil ini.
Next post! πŸ˜€


11 Komentar

Photowalk with Mafioso and Friends

Tahun 2010 akhir, waktu aku lagi giat-giatnya belajar dan cari teman fotografer, bertemulah dengan beberapa orang yang aktif di Fotografer.Net atau biasa disingkat FN. Awalnya komen-komen aja di foto masing-masing, trus ada yang berinisiatif untuk membuat komunitas, terutama yang domisilinya di Bandung. Diundanglah aku lewat inbox untuk *istilah mereka* hunting foto bareng.

Hunting foto atau aku lebih suka menyebutnya photowalk, pertama kami di CFD. Waktu itu hanya beberapa orang saja yang hadir, berbeda dengan bdgflckr, mereka memang lebih “serius”. πŸ˜€

Gambar*dokumentasi Salman, ke tiga dari kanan.

Seiring berjalannya waktu, semakin exis komunitas ini semakin banyak juga anggotanya, dan bukan hanya fotografer, tapi juga model. Beberapa kali aku ikut pertemuan, tapi karena bentrok dengan kegiatan lain, jadi banyaknya tidak ikut. Setelah lama tidak bertemu dan juga tidak bertegur sapa di FB, hari Minggu lalu aku bertemu dengan mereka, para mafioso (sebutan untuk anggota komunitas), tapi yang dikenal hanya beberapa.

Minggu lalu ada acara motret bareng komunitas fotografi di Bandung dan sekitarnya, salah satunya MAFIA. Nama kegiatannya BBM Street 2, Barudak Bandung Motret Street 2, ya semacam photowalk yang biasa dilakukan bdgflckr, bedanya ini lebih banyak dan “serius”. Aku pertama kali tahu acara ini dari salah satu anggota bdgflckr yang aktif di FN juga, awalnya masih mikir-mikir karena biasanya suka pada bawa model. Beberapa hari kemudian ada undangan lengkap dari mafioso, dan di sana tidak ada tulisan model, selamaat. πŸ˜€

Hari Minggu itu auranya bener-bener beda, aura serius..hahah..dateng-dateng pada keluarin senjata, dan lensa paralon tentunya. pemandangan yang belum aku liat kecuali satu kali di KMB. πŸ˜€

Satu, dua, tiga..byaaar lebih dari 100 orang dateng di sana, jalan dari Gedung POS Indonesia, Asia Afrika, muter ke Pasar Baru, Banceuy,Β  terakhir kumpul di PLN. Bertemu beberapa mafioso yang dikenal dan belum aku kenal, hanya tahu dari kaos yang mereka pakai, aku sendiri tidak mengenakan kaos itu, aku malah pakai kaos bdgflckr (dasar)..hahaha..

Aku janjian bareng Liony, teman yang baru gabung dengan bdgflckr dan kami baru bertemu hari itu, lalu di sana berkenalan dengan Billan, siswa SMP Pasundan 1. Hanya mereka saja teman ngobrol sepanjang jalan. Selebihnya hanya sapaan sambil lalu saja.

Gambar*dokumentasi Taryadi (Mafioso), aku dan Liony

Singkat cerita kami muter-muter, motret-motret, aku dan Liony menyasarkan diri ke Stasiun dan Braga, Billan ntah kemana..xixixi..Akhir kegiatan kami berkumpul di samping gedung PLN dan memotret pertunjukan pantomim.

Dari kegiatan setengah hari itu, banyak hal yang aku pelajari dari orang-orang yang aku temui ini, walaupun secara tidak langsung, dari mulai sikap kebersamaannya, attitude, bahasa, gaya motret, sampai tatapan mata mereka yang seperti lensa kamera..aiih lebay..hahaha..Selain jalan-jalan juga ada penjelasan tentang street photography, lensa, angel, dan lain-lain, yang jadi materi di akhir acara..*tapi kenapa ya, kok sampai sekarang aku gak ingat apa aja yang diomongin bapak-bapak itu :)) #tidak konsentrasi

Cukup menyenangkan bisa berada di antara orang-orang yang sehobi dan baru ketemu. Tapi satu hal yang dari dulu bikin males gabung dengan acara semacam ini, selain “hunting model”nya, asap rokok sangat-sangat menggangu. Dari pagi sebelum pergi, di jalan sambil motret, dan mendenarkan materi di akhir, ngepul gak berhenti-berhenti. Untunglah ada Liony, yang sama-sama tidak suka asap rokok, jadi ada teman menyingkir dari gerombolan dan melarikan diri dari kepulan racun. Gak apa-apa deh gak dapet hadiah doorprice dan foto bareng di akhir juga, yang penting paru-paru terselamatkan. πŸ˜€

Setelah foto-foto, bubar jalaaaan deeh…

Gambar*dokumentasi Billan foto bersama sebelum photowalk

.:. Hasil jepretanku ada di sini


12 Komentar

Mulai lagi..

Yeaaah..kembali memotret setiap hari, memotret apapun asalkan ada aku-nya..ini kali ke tiga, dan harus berhasil. HARUS! tak ada kompromi.

Setelah proyek pertama berhenti sampai 280 hari, proyek ke dua berakhir di Ranu Kumbolo, kali ini benar-benar harus sampai hari ke 365 atau tanggal 31 Oktober 2013. Klo ngga..haa..masa iya 3 kali gagal..GAK MAUUUU!!

Ide 10 hari pertama adalah si moo, pin muka sapi yang lucu..tapi hari ke 4 kelewat karena lupa gak bawa si moo..alhasil motret diri di kaca pertokoan Jalan Braga..hahah..

Gambar

Ada yang mau nyumbang ide??