The 'Rok' Mountaineer

Travelling sometime, Backpacker often

Ngebolang Part 1

14 Komentar


Ntah kesambet apa, pagi itu
aku sangat ingin melakukan perjalanan ke tempat di mana tidak ada yang mengenalku dan tidak ada yang aku kenal. Sendiri, hanya ditemani kameraku. Setelah menitipkan motor di rumah salah seoarng teman, aku berjalan menuju Manglayang, lokasi yang mau dituju adalah Batu Kuda, ntah seperti apa tempatnya, aku tidak tahu, hanya dengar dari temanku yang tinggal di daerah sana, katanya tempatnya bagus.


Aku berjalan terus ke atas, menapaki jalanan berbatu dan berliku, di samping kiri dan kanan dipenuhi semak belukar dan ilalang. Jujur aku tidak tahu pasti jalurnya ke mana, temanku hanya bilang lurus saja padahal di sana ada beberapa pertigaan, mengandalkan feeling, aku pun terus berjalan. Beberapa kali berpapasan dengan motor yang hendak ke atas ataupun ke bawah, tidak ada orang yang berjalan selain aku, dan hari itu aku ditakdirkan untuk melihat ular yang melintas tepat di depanku. Shock, hanya bisa diam dan berdoa, tapi aku pikir aku harus terus berjalan sebelum teman-teman ular itu ikut melintas lagi, mungkin saja mereka sendang bermigrasi.

Aku lanjutkan perjalananku hingga akhirnya sampai di sebuah perkampungan, ada gapura berwana merah di sana, sepertinya batas desa.Nafasku mulai terengah-engah, jantungku berdebar sangat kencang, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan aku pun berhenti sejenak, menghela nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan, aku lakukan itu berulang-ulang hingga merasa baikan. Panasaran sudah sejauh apa aku berjalan, aku menoleh kebelakang dan wow aku melihat pemandangan yang sangat-sangat amazing.. rumah-rumah nun jauh di sana tampak sangat kecil, pemandangannya agak berbeda dengan Dago atau Lembang, di sini selain atap rumah dan jalan juga terlihat hamparan sawah yang menguning karena masa panen..indah...

Setelah puas menikmati pemandangan nan menawan itu aku melanjutkan perjalanan, kembali menapaki jalanan yang tidak rata.

Sekarang pemandangan ilalang dan semak-semak berganti dengan rumah-rumah panggung berdinding bilik cat putih dan warga yang beraktivitas , serta beberapa anak kecil yang sedang berlatih tari tradisional di salah satu rumah yang dijadikan sanggar. Hampir setiap warga di desa tersebut memiliki ternak, di depan atau samping rumahnya. Ternak yang dipelihara adalah domba dan sapi perah, baunya sangat khas. Dibeberapa pekarangan juga banyak ditemui pohon jeruk, bentuknya seperti jeruk bali, sangat besar. Sayangnya aku tidak menemukan masjid yang dapat digunakan, ada satu masjid yang tampak tidak terawat pintu depannya ditutup serta ditahan oleh kayu sehingga sulit untuk dibuka, agak aneh memang padahal waktu itu baru masuk dzuhur, tapi masjid kosong. Oh ya, aku juga banyak menemukan anjing berkeliaran di sini..hmm..agak menjengkelkan karena aku gak terlalu suka anjing.

Tak jauh dari sana aku melihat ada warung dan sekumpulan ibu-ibu yang sedang memisahkan buah hijau kecil dari tangkainya, seperti anggur tapi lebih kecil. Aku bertanya soal masjid, dan jawabannya memang tidak ada lagi masjid selain yang tadi, ada satu mushola di atas sana, dan masih jauh..huuuff. Sebelum melanjutkan perjalanan aku diam sejenak memperhatikan buah apa yang sedang dipetik-petik itu, ternyata namanya kapulaga, mereka bilang kapol gunanya untuk rempah-rempah dan obat atau jamu. Rasanya agak pedas katanya, aku tidak berminat untuk mencobanya..heheh.. Merasa cukup berbincang dan memotret aku kembali melanjutkan perjalanan. Masih di atas jalanan nanjak, berbatu dan berliku…

bersambung…


Iklan

Penulis: Nina

Orang biasa yang suka hal-hal luar biasa.

14 thoughts on “Ngebolang Part 1

  1. Beraninya mba sendirian…

  2. Akuuh pernah ke batukuda.jalan dr Lembang nembus ke sana. dulu sering jalan ke hutan, barengh anak2 siy ;d

  3. Ceu, klo ke perumahan manglayang itu di daerah atasnya ada pemandangan bukit2 pertanian n peternakan kyk di film2 eropa gt loh…minggu kmrn aku kesana πŸ˜€ *biasa dlm rangka tugas kantor ;p*

  4. wah, perjalanan seperti itu tuh serru. trus kekerenan berasa meningkat 200%hehe

  5. pitaloka89 said: Beraninya mba sendirian…

    heheh..iya itu juga gak tau dapet dari mana πŸ˜€

  6. titintitan said: Akuuh pernah ke batukuda.jalan dr Lembang nembus ke sana. dulu sering jalan ke hutan, barengh anak2 siy ;d

    iya, katanya emang bisa tembus dari lembang atau dago..ini karena Bandung dilingkup ku gunung, makanya saling nyambung satu sama lain ;))

  7. rifzahra said: Ceu, klo ke perumahan manglayang itu di daerah atasnya ada pemandangan bukit2 pertanian n peternakan kyk di film2 eropa gt loh…minggu kmrn aku kesana πŸ˜€ *biasa dlm rangka tugas kantor ;p*

    iyaaaa..katanya gitu..hhaha

  8. dyasbaik said: wah, perjalanan seperti itu tuh serru. trus kekerenan berasa meningkat 200%hehe

    wkwkwk..iya merasa keren sendiri :))

  9. siriusbintang said: heheh..iya itu juga gak tau dapet dari mana πŸ˜€

    Kadang memang terfikir buat begitu. Tapi jadinya mundur lagi, kalau buat merenung/melamun biasa sendiri, tpi kalau buat jalan jauh? “Ngeri+iseng” πŸ˜€

  10. Hahaha kabayang budak leutik olangan ka gunung :p

  11. wuih… berani banget na, manglayang teh dimana?

  12. cinderellazty said: Hahaha kabayang budak leutik olangan ka gunung :p

    hahah..seru tapi..alhamdulillah tidak ada orang jahat ;))

  13. itsumoganbattery said: wuih… berani banget na, manglayang teh dimana?

    heheh..Manglayang itu di daerah Bandung Timur πŸ˜€

  14. Mantaps, solo traveling :D! Like to do it too :)Anyway, salam kenal ya mbak ^^. Trima kasih banyak sudah approve invitation-nya πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s