The 'Rok' Mountaineer

[Cerita Lama] Madtari 2

1 Komentar

Sepulang pertemuan bdgflckr Sabtu sore di Selasar Masjid Salman, aku dan beberapa orang teman menyengaja mampir ke Madtari. Seharian ini aku belum menkonsumsi makanan berat, semisal nasi, mie, bubur, roti, dll yang berat-berat. Dengan kondisi perut yang sangat lapar tersebut akhirnya kuputuskan untuk memesan mie kornet keju. Dan seperti biasa, Madtari tak pernah tanggung-tanggung memberikan keju.

Saat pesanan sudah mulai berdatangan, mie ku belum juga sampai, tergodalah untuk icip sana icip sini. Alhasil saat pesananku tiba perut kosong ini sudah terisi sedikit roti dan pisang keju. Tapi tak apa, pikirku, karena perut ini tadi sangat kosog jadi masih banyak space kosong untuk menampung semua mie itu. Suapan pertama, humm..enaaak, kedua..enaak, ketiga..hmm, keempat..aduuh, dan mulai lirik kanan kiri meminta bantuan.

Benar-benar makan malam yang penuh perjuangan, walaupun dapat sedikit bantuan dari teman, tetap ngosngosan. Inilah gara-gara ekpektasi yang berlebihan terhadap rasa lapar, makanan tidak habis mubadzir, dihabiskan khawatir muntah dan ujung-ujungnnya tetap mubadzir. Kapok deh, gak lagi-lagi.

Sebenarnya ekspektasi berlebihan pada rasa lapar sering terjadi pada orang yang berpuasa, sebelum waktu berbuka semua terasa enak, maka sebisa mungkin diada-adakan. Padahal saat waktu berbuka tiba, makanan itu tak mungkin masuk semua. Heuheuheu..gak gak gak akaan deh..

Iklan

One thought on “[Cerita Lama] Madtari 2

  1. hahahaha atuuuh eungap nyah?karunyaaaabaong ih kamu, kosong perut gitu makan mie XDjitaaaaak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s